Digitalisasi Bisnis Industri Jasa Keuangan

  • Whatsapp
DIGITALISASI BISNIS INDUSTRI  - Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Kalteng melaksanakan kegiatan pertemuan secara virtual menggunakan media ZOOM, Jumat (19/2/2021).  TABENGAN/DANIEL SUSANTO
iklan atas

**OJK Terbitkan 6 Fokus Kebijakan Akselerasi Transformasi Digital di Sektor Jasa Keuangan

 PALANGKA RAYA – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan kegiatan pertemuan secara virtual menggunakan media Zoom, Jumat (19/2/2021).  Kegiatan pertemuan FKIJK Provinsi Kalteng dihadiri oleh Pengurus dan Anggota FKIJK yang terdiri dari Direksi dan Pemimpin Cabang Perbankan dan Industri Keuangan Non Bank serta Pasar Modal di wilayah Provinsi Kalteng. Kegiatan dimaksud juga menghadirkan pemateri dari Staf Ahli Kantor Pusat OJK Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian sambutan dan arahan dari Kepala OJK Provinsi Kalteng selaku Pembina FKIJK Provinsi Kalteng, Otto Fitriandy. Dalam sambutannya, Otto menjelaskan bahwa kondisi Sektor Jasa Keuangan di Provinsi Kalteng masih terjaga dan mengalami pertumbuhan di tahun 2020.

Selanjutnya Otto mempertegas bahwa pada sektor Perbankan, Aset mengalami pertumbuhan sebesar 10,09 persen yoy dengan nominal sebesar Rp51,66 triliun, Dana Pihak Ketiga juga mengalami pertumbuhan sebesar 12,11 persen yoy dengan nominal sebesar Rp29,98T dan Kredit mengalami pertumbuhan sebesar 8,31% yoy dengan nominal sebesar Rp33.65T dengan tingkat rasio Non Performing Loan (NPL) masih di bawah threshold 5 persen, yakni sebesar 1,20 persen. Rasio NPL tersebut cenderung mengalami penurunan dalam 3 (tiga) bulan terakhir dari sebesar 1,39% pada bulan Oktober 2020 dan sebesar 1,36 persen pada bulan November 2020.

Sedangkan pada sektor Industri Keuangan Non Bank, khususnya sektor Perusahaan Pembiayaan, terdapat pergeseran jenis produk dari pembiayaan motor dan mobil ke pembiayaan rumah. Jumlah piutang pembiayaan motor dan mobil masing-masing mengalami penurunan sebesar 19,64 persen dan 8,76 persen, namun piutang pembiayaan rumah mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yakni sebesar 277,33 persen. Adapun tingkat Non Performing Financing (NPF) pada sektor Perusahaan Pembiayaan sebesar 4,08 persen.

Pada sektor Pasar Modal di Provinsi Kalteng, selama tahun 2020 memiliki kinerja yang sangat baik, tercermin dari jumlah investor di Provinsi Kalteng mengalami peningkatan sebesar 67,27 persen dari 6.113 investor pada 2019 menjadi 10.225 investor pada tahun 2020. Jumlah transaksi mengalami peningkatan yang sangat signifikan, sebesar 920 persen dengan nominal mencapai Rp662,74M.

 “Kondisi perkembangan Sektor Jasa Keuangan yang positif tersebut, menjadi cerminan bahwa meskipun masa pandemic ini secara tidak langsung membatasi gerak masyarakat, namun terdapat sektor-sektor lain yang mengalami pertumbuhan dan memerlukan dukungan serta dorongan dari Lembaga Jasa Keuangan”, ujar Otto.

Untuk mendorong hal tersebut, OJK telah menerbitkan 6 fokus kebijakan akselerasi transformasi digital di sektor jasa keuangan, antara lain; Mendorong inovasi dan akselerasi transformasi digital sektor jasa keuangan; Mengembangkan pengaturan yang mendukung ekosistem sektor keuangan digital; Meningkatkan kapasitas SDM di sector jasa keuangan seiring dengan perkembangan industri digital; Memperkuat peran riset untuk mendukung inovasi dan transformasi digital sector jasa keuangan; Mengakselerasi penerapan pengawasan berbasis IT (Suptech) di OJK dan pemanfaatan Regtech oleh Lembaga Jasa Keuangan; Suptech mendorong kinerja otoritas ke arah data driven dengan tetap memperhatikan tingkat kompleksitas, ukuran, dan kesiapan serta perkembangan industri jasa keuangan yang diawasi dan melakukan Business Process Reengineering untuk peningkatan kualitas perizinan, pengaturan, dan pengawasan.

Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli OJK Republik Indonesia, Ryan Kiryanto menyampaikan bahwa digitalisasi keuangan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Terlebih pada masa pandemic ini, transaksi keuangan secara digital menjadi salah satu solusi agar perekonomian dapat tetap berjalan di saat masyarakat memiliki ruang gerak yang terbatas.

Selanjutnya Ryan juga menyampaikan bahwa Lembaga Jasa Keuangan harus mempersiapkan diri dalam menghadapi digitalisasi, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia.

“Kantor Cabang akan mengalami restrukturisasi dan lebih banyak digunakan untuk memberikan customer experience, seperti business meeting, business matching dan sebagainya” ujar Ryan. Masyarakat juga akan cenderung lebih banyak menggunakan electronic banking melakukan transaksi keuangan.

Hal ini sejalan dengan fokus kebijakan OJK dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, yang mana salah satunya adalah mempercepat terbangunnya ekosistem digital ekonomi dan keuangan yang terintegrasi, serta melanjutkan reformasi Lembaga Jasa Keuangan, sehingga sektor-sektor tersebut memiliki daya tahan yang kuat dan berdaya saing.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi Tanya Jawab yang dipimpin oleh Direktur Utama PT Bank Kalteng selaku Ketua FKIJK Provinsi Kalteng, Yayah Diasmono dan diakhiri dengan closing statement dari Pembina FKIJK, Otto Fitriandy dengan harapan melalui pertemuan FKIJK se-Wilayah Kalteng yang diselenggarakan secara virtual tersebut dapat tetap meningkatkan silaturahmi antar anggota FKIJK.  dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas