Terapi Plasma Konvalesen Sembuhkan Pasien Covid-19

  • Bagikan
DONOR PLASMA- Kepala Unit Bank Darah RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dr Trieva Verawaty Butarbutar SpPK mengawasi pasien yang sedang melakukan donor plasma konvalesen, baru-baru ini. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Sejak Januari 2021, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya telah menerapkan terapi plasma konvalesen kepada pasien Covid-19 dan terus berupaya menggencarkan peningkatan jumlah pendonor plasma ini. Sebab itu, hendaknya penyintas Covid-19 bersedia mendonorkan plasmanya, sebagai salah satu cara membantu yang tengah berjuang melawan Covid-19.

Kepala Unit Bank Darah RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dr Trieva Verawaty Butarbutar SpPK mengungkapkan, tercatat sudah hampir 25 orang memasuki tahap skrining, namun yang berhasil diambil plasma sebanyak 8 kali donor. Saat ini stok yang ada di bank darah sekitar 5-6 kantong, dan siap diberikan untuk pasien yang membutuhkan sesuai permintaan dokter yang merawat.

“Sudah hampir 10 kantong ke pasien penderita Covid-19 yang menggunakan plasma yang kita produksi,” kata Trieva di Palangka Raya, Kamis (17/2).

Penggunaan plasma ini baru dilakukan di internal RSUD Doris Sylvanus saja, tapi jika dari luar ada yang meminta, akan dilayani. Tergantung ketersediaan stok plasma.

Banyak tahapan yang harus dilakukan sebelum donor plasma ini diberikan ke pasien yang membutuhkan. Plasma ini diperuntukkan kasus sedang hingga berat, lebih baik lagi jika diberikan lebih awal kurang dari 72 jam setelah ditemukan klinis atau ditegakkan diagnosis.

Bagi pasien sembuh dari Covid-19 dan ingin menjadi pendonor plasma, jangan takut akan lemas, karena diambil hanya plasma 200 sampai 300 mili. Pengambilan plasma dengan alat apheresis yakni alat yang bisa  langsung memisahkan plasma saat donor sedang berjalan.

Sel darah merah, putih, leukosit, trombosit semua kembali ke tubuh pendonor, hanya mengambil plasma. Tidak terlalu banyak mengambil komponen darah pendonor. Namun, tidak serta merta pendonor datang langsung diambil plasmanya. Sejak proses awal sampai terbentuk atau menghasilkan plasma konvalesen, harus melewati beberapa tahapan.

Kalau antibodi pendonor mencukupi persyaratan, bisa dimasukkan sebagai kriteria pendonor sambil dievaluasi parameter lain. Terpenting yang ditekankan adalah kadar antibodi, kemudian dicek standar parameter lain yang biasa digunakan untuk donor darah biasa. Nanti diperiksa juga parameter infeksi menular lewat transfusi darah, HB, leukosit, trombosit, semua ini dievaluasi. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *