Setubuhi Pelajar, Warga Bartim Ditangkap

  • Whatsapp
DITANGKAP- Asep, tersangka persetuuhan anak di bawah umur saat diamankan polisi. TABENGAN/YULIUS
iklan atas

TAMIANG LAYANG– Jajaran Polsek Dusun Tengah, Kepolisian Resor (Polres) Barito Timur (Bartim) berhasil mengamankan pelaku persetubuhan anak di bawah umur, Asep (28) di Hotel Surya, Senin (15/2/2021) lalu.

Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra melalui Kapolsek Dusun Tengah Iptu Nurheriyanto Hidayat membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Asep kita tangkap di salah satu kamar hotel tersebut tanpa perlawanan bersama korbannya,” kata Nurheriyanto saat dihubungi melalui telepon genggam dari Tamiang Layang, Rabu (17/2/2021).

Kapolsek mengungkapkan, korban Bunga (16) yang masih berstatus pelajar SMA di salah satu Kecamatan Dusun Tengah memiliki hubungan dengan pelaku Asep.

Awal kejadian bermula ketika Asep menghubungi Bunga dan janjian untuk bertemu di depan rumah kontrakan pelaku yang masih berhadapan dengan rumah korban.

Pelaku dan Bunga akhirnya bertemu pada Sabtu (13/2/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku mengajak Bunga masuk rumah kontrakannya. Dengan berbagai rayuan, upaya pelaku berhasil menyetubuhi korban.

“Dari hasil interogasi, saat itu korban sempat menolak, namun pelaku membujuknya dan akhirnya korban pun mau disetubuhi,” kata Nurheriyanto.

Orang tua korban berinisial S dan R yang mengetahui korban tidak berada di dalam rumah pun mencari hingga terjadi kegaduhan. Mendengar kegaduhan itu, pelaku mengajak korban melarikan diri ke arah hutan di belakang kontrakannya.
Kedua orang tua korban yang mengetahui kejadian tersebut akhirnya melaporkan ke SPKT Polsek Dusun Tengah. Polisi langsung bergerak cepat melakukan pengumpulan keterangan saksi-saksi dan informasi di lapangan.

Alhasil, pelaku dan korban diketahui berada di salah satu kamar di Hotel Surya, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah.

“Kita amankan tanpa perlawanan. Pelaku diduga melakukan perbuatan melawan hukum sesuai Pasal 81 ayat 1 dan 2, dan Pasal  82 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 332 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun dan paling singkat 3 tahun.

Dalam kasus persetubuhan anak di bawah umur itu, polisi berhasil mengamankan selembar baju kaus hitam dan selembar celana panjang hitam, sebuah BH dan selembar celana dalam milik korban, serta akta kelahiran dan Kartu Keluarga korban untuk dijadikan barang bukti dalam proses hukum selanjutnya. c-yus

iklan atas

Pos terkait

iklan atas