WALI KOTA PALANGKA RAYA-Percepatan Penanganan Covid-19 Seiring Pemulihan Ekonomi

  • Whatsapp
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin
iklan atas

PALANGKA RAYA – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro di Kota Palangka Raya, dijalankan oleh pihak terkait khususnya Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini masih berjalan. Dan dalam waktu dekat untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, juga turut menerapkan PPKM-Mikro yang dikhususkan pada kelurahan-kelurahan zona merah sebaran Covid-19.

Lantas kemudian, seberapa efektifkah PPKM-Mikro itu berjalan? Apakah akan ada perubahan signifikan dalam menekan laju sebaran Covid-19.

Menjawab hal itu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, secara umum PPKM-Mikro merupakan program untuk mencegah meluasnya sebaran Covid-19.

“PPKM-Mikro ini merupakan instruksi  pemerintah pusat yang menaikan status PPKM menjadi PPKM berbasis mikro, dengan mengacu sebaran Covid-19 atau zonasi,” ungkapnya saat dibincangi awak media, kemarin.

Namun perlu diingat, sambung Fairid,  Kota Palangka Raya sebenarnya tidak termasuk wilayah yang wajib melaksanakan PPKM-Mikro seperti Jawa dan Bali sebagaimana yang diatur dalam Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021. Tetapi sebagai tindakan preventif dan antisipatif, tentunya penting PPKM-Mikro ini ditindaklanjuti.

“PPKM berbasis mikro ini implementasinya secara umum akan difokuskan pada pembatasan kegiatan masyarakat di wilayah terkecil. Mulai dari kelurahan hingga RT/RW. Jika selama ini selalu diawali dari tindakan yang diambil pemerintah, namun sekarang kami mengajak agar masyarakat turut berperan aktif. Upaya penanganan akan dimulai dari bawah ke atas,” tambah Fairid.

Sementara bicara efektivitas PPKM-Mikro yang telah berjalan dari pihak terkait, lanjutnya, tentu mengacu dari keberhasilan bagaimana warga dari lini terkecil menerapkan pengetatan protokol kesehatan (prokes), dengan nol warga yang terinfeksi.

“Saat ini PPKM-Mikro yang diinisiasi pihak kepolisian bersama pihak terkait masih berjalan. Saya selalu dapat laporan  dari tim satgas, bagaimana progres dari penegakan prokes yang disertai sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” bebernya.

Pada sisi lain, Fairid berpandangan jika pelaksanaan PPKM-Mikro sangat tepat dilakukan. Terlebih sebaran Covid-19 di Kota Palangka Raya sejauh ini didominasi oleh klaster keluarga dan dampak dari kegiatan mereka yang perjalanan keluar daerah.

“Disinilah bagaimana implementasi PPKM-Mikro mampu membangun kesadaran masyarakat ditingkat bawah untuk peduli satu dengan yang lain,” tukasnya.

Disinggung apakah ada solusi lebih tepat dalam menyelaraskan pemulihan ekonomi dengan pembatasan sosial saat ini,  menurut Fairid semuanya dapat berjalan beriringan.

“Berbagai program pemulihan ekonomi terus berjalan sembari upaya pencegahan. Bagusnya perekonomian di Palangka Raya sejauh ini tidak terdampak signifikan,” tutupnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas