Cegah Banjir, Food Estate Perlu Pengelolaan Irigasi

  • Bagikan
Anggota Komisi II DPRD Kalteng Ina Prayawati

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Lahan Food Estate yang dikembangkan Pemerintah Pusat RI di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mendapat rintangan. Diketahui, lahan yang diproyeksikan menjadi lumbung pangan ini mengalami kerusakan seluas 88,8 hektare di Desa Tahai Jaya, ditambah dengan kejadian banjir di lokasi yang terletak di Desa Bentuk Jaya A5 Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

Anggota Komisi II DPRD Kalteng Ina Prayawati menegaskan, perihal lahan Food Estate yang mengalami kerusakan, sudah dilakukan klaim untuk asuransinya. Kerusakan yang terjadi ini, jangan sampai menjadi penghambat yang luar biasa dalam mengembangkan potensi pangan yang ada di Kalteng. Semuanya memerlukan proses untuk mencapai sebuah keberhasilan.

Sementara itu, lanjut srikandi PDI Perjuangan ini, banjir yang melanda lahan Food Estate di Kecamatan Dadahup, hal tersebut karena lokasi lahan yang berada di areal pasang surut. Ini tentu wajib menjadi evaluasi, apa yang harus ditindaklanjuti pemerintah mencegah banjir melanda lahan Food Estate.

“Artinya, pemerintah perlu melakukan kajian dan evaluasi apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi lahan kebanjiran. Irigasi menjadi salah satu yang wajib untuk ditelaah dengan sebaik mungkin, sehingga dapat menjadi antisipasi. Air yang masuk lahan dengan jumlah cukup besar, tentu tidak akan mampu dipompa dengan pompa mini, sehingga terjadi kebanjiran,” kata Ina Prayawati, saat menyampaikan tanggapan terkait lahan Food Estate yang rusak dan kebanjiran, Selasa (16/2/2021), di Palangka Raya.

Bukan berarti, kata legislator PDI Perjuangan ini, kerusakan yang terjadi membuat produk yang dibuat pemerintah itu gagal seluruhnya. Namun, ini menjadi tantangan dalam pengembangan yang lebih baik lagi ke depannya. Pemerintah tentu sudah mempersiapkan langkah yang akan ditempuh dalam mengatasi permasalahan yang terjadi.

Secara pribadi, kata Ina Prayawati, program Food Estate yang dilaksanakan pemerintah pusat ini, akan berjalan dengan sukses. Kalteng akan menjadi yang paling diuntungkan dengan kesuksesan program bidang pangan ini. Dampaknya yang cukup besar akan sangat dirasakan, kala program ini berjalan dengan sukses dan lancar.

Tidak mudah, ungkap Ina, itu pasti. Pemerintah memiliki tenaga ahli yang melakukan berbagai kajian, telaah, bahkan evaluasi atas setiap kejadian di lahan Food Estate. Berbagai perencanaan yang lebih baik dan lebih matang, tentu dipersiapkan sehingga berbagai skenario terburuk dalam pelaksanaan dan pengembangan Food Estate dapat ditekan serendah mungkin.ded

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *