ASN Guru SD Kapuas Maling Rumah Kosong di Palangka Raya

  • Bagikan
INTEROGASI - Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri meminta keterangan terhadap tersangka TA dan WR, Senin (15/2/2021).  TABENGAN/FERY

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Entah apa yang ada di benak TA. Pria 36 tahun yang diketahui sebagai ASN guru sekolah dasar di Kabupaten Kapuas ini nekat membobol rumah kosong milik warga di Jalan Intan II, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya,  Rabu (27/1/2021) lalu.  Dalam aksinya TA berhasil menggasak brankas besi yang berisikan sertifikat tanah, perhiasan dan dua unit handphone dengan total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 95 juta.

Pada tindak pidana itu, tersangka juga menyeret sang adik WR (33) sebagai tersangka karena berperan menjual barang hasil curian berupa dua unit handphone senilai Rp900 ribu. Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan,  tersangka memanfaatkan situasi rumah kosong yang ditinggal pemiliknya saat malam kejadian. Kebetulan, tersangka TA turut membantu tersangka WR menjadi penjaga malam di kawasan tersebut dan telah berlangsung selama empat bulan terakhir.

Dalam beraksi, tersangka TA menggunakan linggis yang digunakannya untuk memukul tiang listrik setiap malam. Tersangka masuk ke rumah korban dengan memanjat tembok dan mencongkel jendela rumah.  Setelah mendapatkan brankas, tersangka pun menjual perhiasan korban sebesar Rp14,7 juta. Sedangkan dua unit handphone dijual oleh tersangka WR ke forum jual beli di media sosial seharga Rp900 juta. Hasil penjualan barang curian dibagi dua.

“Kedua tersangka kita tangkap di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Berlian pada Minggu (14/2) kemarin. Barang bukti yang kita amankan berupa perhiasan yang telah dijual, brankas besi dan linggis yang digunakan untuk mencuri,” katanya, Senin (15/2).  Untuk tersangka TA, lanjut kapolresta,dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian, sedangkan tersangka WR dikenakan Pasal 480 KUHPidana karena turut membantu menjualkan barang hasil curian.

“Alasan pencurian karena masalah ekonomi, tersangka TA yang mengajar di Kapuas sudah tidak aktif lagi mengajar karena memakai sistem daring. TA bermaksud pindah ke Palangka Raya karena ingin dekat dengan keluarganya,” tuturnya.  fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *