TIPIKOR KAS KATINGAN – Yantenglie Ajukan PK

  • Whatsapp
Dr Mambang Tubil SH MAP
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie yang kini masih berstatus narapidana tipikor, mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) melalui Pengadilan Negeri Palangka Raya, Kamis (11/2/2021). Yantenglie yang datang ditemani istrinya juga dikawal ketat beberapa aparat kepolisian dan Lembaga Pemasyarakatan.

“Kita melihat beberapa kekhilafan hakim dan dalam pembuktiannya ada rekayasa,” ujar Yantenglie melalui Dr Mambang Tubil SH MAP selaku Kuasa Pemohon PK.

Menurut Mambang, rekayasa telah terlihat sejak rekonstruksi perkara korupsi tersebut. Pelaku utama tidak hadir langsung tapi digantikan, sehingga tidak memenuhi peraturan hukum yang berlaku. Pelaku utama adalah Heryanto Chandra selaku Direktur PT Zanasfar Mandiri.

Mambang menyatakan pertimbangan hakim menerima perkara yang tidak memenuhi peraturan perundangan tersebut merupakan salah satu bentuk kekhilafan. Yantenglie disebut Mambang sebagai korban dari praktik mafia perbankan. Dia menolak menyampaikan novum atau bukti baru kepada wartawan dengan dalih hanya dapat disampaikan dalam persidangan.

Sebagai kilas balik, Yantenglie bersama dengan Teklie selaku Kuasa Bendaharawan Umum Daerah (BUD), Sura Peranginangin selaku BUD, Teguh Handoko selaku Kepala Kantor Kas BTN Pondok Pinang Jakarta Selatan dan Heryanto Chandra selaku Direktur PT Zanasfar Mandiri, disebut bersama-sama merugikan negara sebesar Rp100 miliar.

Dana tersebut dipindahkan dari rekening Kas Daerah Kabupaten Katingan di Bank Pembangunan Kalteng ke rekening BTN Pondok Pinang.

Dalam dakwaan Yantenglie disebut mendapat keuntungan Rp1,5 miliar, Teklie mendapat Rp317,03 juta dan Heryanto Chandra yang kini buron mendapat Rp57,65 miliar. Yantenglie juga menggunakan dana kas daerah sebesar Rp5 miliar untuk membayar jasa pengacara Eddy J Wibowo untuk melacak Heryanto Chandra dan menagih uang yang dipindahkan.

Setelah terkejar hingga Macau dan Singapura, Heryanto akhirnya membayar puluhan miliar rupiah. Namun, Heryanto Chandra kembali menghilang saat masih ada Rp35 miliar yang belum dikembalikannya, sehingga Yantenglie mengadu ke Mabes Polri.

Dalam persidangan, terungkap pula nama H Asep, seorang pemilik tambang batu bara yang menurut beberapa saksi dan terdakwa cukup aktif ikut dalam pembicaraan mengenai hilangnya uang. Tapi, nama H Asep tidak muncul dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik kepolisian dan tidak pernah dipanggil sebagai saksi oleh penyidik Polda Kalteng.

Mahkamah Agung (MA) dalam putusannya menguatkan putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Palangka Raya dan menolak permohonan kasasi mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie selaku terdakwa korupsi dana kas daerah Pemerintah Daerah Katingan.

PT Palangka Raya sebelumnya memutuskan pidana 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan serta beban uang pengganti Rp30.582.536.065,32 atau diganti 8 tahun penjara. Juga terdapat sanksi berupa pencabutan hak-hak tertentu untuk dapat dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun yang dilaksanakan sejak Yantenglie selesai menjalani pidana pokok.

Teklie dan Teguh Handoko juga tengah menjalani masa hukuman, sedangkan Heryanto Chandra masih berstatus dalam pencarian oleh pihak  kepolisian. dre

iklan atas

Pos terkait

iklan atas