TIDAK ADA PARKIR DAN PERDAGANGAN- Dishub Tegaskan Kawasan Bundaran Burung Harus Steril

  • Bagikan
IMBAUAN DAN TERTIBKAN - Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, saat melakukan himbauan dan menertibkan pedagang buah yang parkir di bahu jalan di kawasan Bundaran Burung, Kamis (11/2).ISTIMEWA

PALANGKA RAYA – Menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat pengguna jalan umum yang merasa cukup terganggu akibat adanya aktivitas orang berjualan dan kendaraan pembeli yang parkir sembarangan serta travel yang parkir pada bahu jalan di kawasan Bundarang Burung Jalan RTA Milono, maka Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya melakukan himbauan dan penertiban langsung.

Himbauan ini dilakukan dengan memberikan peringatan secara persuasif agar tidak berjualan dan parkir di jalan umum bagi pedagang dan pengusaha travel, serta masyarakat sebagai pembeli diminta memarkirkan mobil atau kendaraan lainnya ke lokasi yang aman, Kamis (11/2). Kemudian selanjutya mereka diminta untuk meninggalkan lokasi tersebut.

“Kita berikan himbauan kepada mereka alasan penertiban ini, kemudian mengarahkan mereka untuk meninggalkan lokasi Bundaran Burung dan menempati tempat yang representatif dan seharusnya yang tidak mengganggu aktivitas lalu lintas. Ini berbahaya,” ujar Kepala Dishub Kota Palangka Raya, Alman Pakpahan, Jumat (12/2).

Disampaikannya, bahwa kawasan sepanjang tepi Bundaran Burung memang harus steril dari aktivitas yang ada di bahu jalan sebab sebagai salah satu pintu masuk Kota Cantik, maka arus lalu lintas di sana cukup padat dan dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Alman juga mengungkapkan, tak sedikit masyarakat yang mengeluhkan jika ada yang berjualan, maka para pembeli akan belok dan mengerem secara mendadak ke tepi jalan. Sama halnya dengan travel yang menunggu penumpang di bahu jalan dan memakan badan jalan. Hal itu dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi kendaraan di sekitarnya.

“Sebenarnya himbauan dan sosialisasi ini sudah berkali-kali kami lakukan secara humanis. Jika ingin berusaha, sudah ada tempat yang khusus disediakan dan tidak mengganggu lalu lintas. Kalau nanti masih diulangi, terpaksa kami tindak lagi dengan tegas,” pungkas Alman. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *