Fordayak: Meresakan, Ada Yayasan Klaim Lahan 1.107 hektare

  • Whatsapp
MENUNGGU KETEGASAN PEMKO- Ketua Umum Fordayak Kalteng Bambang Irawan ketika menerima pengaduan masyarakat terkait. ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA – Yayasan berisial TA muncul, dan mengklaim lahan seluas 1.107 hektar. Kontan, klaim yang dilakukan yayasan tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat, padahal lahan yang diklaim tersebut sudah terdapat ratusan bahkan mungkin ribuan warga yang bermukim diatasnya selama puluhan tahun.

Keresahan ini, membuat Forum Pemuda Dayak Kalimantan Tengah (Fordayak Kalteng) hadir mendengarkan keluhan masyarakat atas klaim tersebut. Fordayak Kalteng bersama dengan perwakilan masyarakat melakukan pertemuan dengan perwakilan Yayasan TA untuk mendapatkan penjelasan.

Ketua Umum Fordayak Kalteng Bambang Irawan, menegaskan, apa landasan hukum yang dimiliki Yayasan TA dengan melakukan klaim lahan seluas tersebut. Apa yang sudah dilakukan selama ini atas lahan seluas itu, dan baru muncul sekarang melakukan klaim. Kontribusi apa yang sudah diberikan kepada pemerintah.

Tidak itu saja, kata Bambang, dengan mengklaim lahan seluas 1.107 hektar atas legalitas apa. Apabila hanya mengandalkan surat keputusan Wali Kota Palangka Raya, patut menjadi pertanyaan. Yayasan TA dibentuk pada era Lukas Tingkes (Alm) atau sebelum kerusahan terjadi. SK tersebut dikeluarkan bukan untuk menguasasi, melainkan untuk mengelola saja. Fakum paska kerusuhan, harusnya tanah tersebut bukan menjadi milik yayasan melainkan kembali ke negara.

“Yayasan ini kemunculannya sangat meresahan masyarakat. Tanpa legalitas dan hanya mengandalkan SK walikota, mengklaim lahan seluas 1.107 hektar. Memang pernah mendengar SK demikian, namun tidak seluas 1.107, melainkan hanya 200 hektar saja. Keresahan yang diimbulkan ini, Fordayak Kalteng membuka ruang seluas-luasnya untuk masyarakat melaporkan ke Fordayak apabila ada yang merugikan atas ulah Yayasan Tajahan Antang,” kata Bambang, saat dikonfirmasi terkait klaim lahan seluas 1.107 oleh Yayasan Tajahan antang, Jumat (12/2) di Palangka Raya.

Sebanyak 8 warga, kata Bambang, yang mewakilli sekitar 130 kepala keluarga (KK) sudah melaporkan hal tersebut. Namun, warga yang ingin melaporkan secara langsung dapat langsung menghubungi Fordayak Kalteng. Fordayak Kalteng siap untuk memfasilitasi, dan menyelesaikan permasalahan ini, karena diduga hanya untuk kepentingan pribadi semata.

Bambang meminta, Wali Kota Palangka Raya untuk dapat menindak tegas Yayasan TA, karena sudah meresahkan masyarakat. Apabila dibiarkan, dan yayasan ini tidak ditutup, khawatirnya masyarakat mendatangi kantor Wali Kota untuk mendapatkan keadilan, ditengah pandemi sekarang ini.

Lahan yang diklaim Yayasan TA, lanjut Bambang, membuat warga yang merupakan pemilik asli kesulitan meningkatkan untuk meningkatkan status tanahnya karena ulaha yayasan. Padahal selama bertahun-tahun sudah membayar pajak, namun ketika mengurus sertifikat tidak dapat dilakukan, dan tidak diproses oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Palangka Raya karena klaim tersebut.

Bambang menduga,  tidak bisa dinaikan menjadi sertifikat karena ada permainan yang dilakukan pihak yayasan dengan BPN Palangka Raya. Yayasan juga diduga mengklaim lahan ini untuk kepentingan pribadi, bukan untuk pemerintah daerah. Buktinya, ada tanah yang dijual oleh pihak yayasan kepada seseorang, namun ternyata tanah tersebut tidak bisa miliki, karena sudah dijual pihak yayasan kepada orang lain.

Permasalahan ini, ungkap Bambang, segera dituntaskan. Laporkan apabila masyarakat memang merasa dirugikan, dan membuat keresahan. Fakta dan data siap dibuka pada saatnya nanti. Wali Kota diminta menutup yayasan yang meresahkan ini. Tidak itu saja, surat yang disampaikan yayasan juga memiliki hak apa, sampai mengintimidasi lembaga resmi seperti kecamatan dan lembaga lainnya.tim

iklan atas

Pos terkait

iklan atas