88,8 Hektare Lahan Food Estate Rusak

  • Whatsapp
MENINJAU- Menteri Pertanian RI Syahril Yasin Limpo didampingi Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo, menyerahkan secara simbolis klaim AUTP masa tanam tahun 2020 kepada 4 Kelompok Tani di Desa Tahai Jaya, Kabupaten Pulang Pisau. ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Menteri Pertanian (Mentan) RI H Syahrul Yasin Limpo beserta jajarannya mengunjungi kawasan Food Estate di Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (10/2). Didampingi Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Mentan mengikuti panen perdana di areal seluas 1.204 hektare, dengan jenis padi Inbrida dan Hibrida Varietas Unggul Baru.

Dalam kesempatan itu, Mentan juga secara simbolis menyerahkan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masa tanam 2020 kepada 4 kelompok tani di Desa Tahai Jaya. Nilainya berjumlah Rp361.416.000 dengan luasan kerusakan 88,8 hektare. Meski begitu, ia optimis Food Estate di Kalteng akan berhasil.

Mentan mengakui, sebagai orang lapangan dan terbiasa melihat padi, dinilai pelaksanaan ini nantinya akan dipastikan berhasil serta sempurna. Menyangkut adanya isu-isu miring belum lama ini, pihaknya akan menjawab dengan keberhasilan dan adanya pelaksanaan panen perdana tersebut.

Apalagi pelaksanaannya baru tahun atau panen pertama dinilai cukup baik, sehingga ada optimisme pada panen kedua maupun ketiga. Hal tersebut dilihat sebagai kelebihan dari Provinsi Kalteng sebagai lumbung pangan nasional.

“Ancaman kondisi cuaca dan hama sangat wajar, namun tidak mesti jadi penghambat. Persoalan semacam inilah yang harus dihadapi serta dicari solusinya bersama-sama,” ujarnya.

Dia juga mengakui telah berkeliling Indonesia dan baru di Kalteng melihat hamparan luas yang luar biasa. Intinya, Presiden RI Joko Widodo tidak salah dalam memilih Kalteng sebagai program percontohan Food Estate.

Sementara itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menuturkan, pelaksanaan Food Estate secara keseluruhan di Kalteng berjalan baik dan lancar. Untuk total tanaman padi yang sudah terpanen seluas 2.875 hektare, dari total yang telah tertanam 18.879 hektare. Bahkan, dalam setiap harinya akan terus mengalami penambahan.

“Kalaupun memang ada kekurangan, kelemahan dalam setiap program, tentunya ada di sana-sini dan hal itu bisa kita jadikan dasar untuk perbaikan. Tentunya juga saling melengkapi dalam kebersamaan serta menanamkan niat tulus demi pembangunan Kalteng, yang merupakan ketahanan pangan nasional,” tegas Sugianto.

Terkait adanya klaim asuransi yang diserahkan kepada 4 kelompok tani di Desa Tahai Jaya, Sugianto menilai hal itu bisa dijadikan contoh bagi petani ataupun kelompok tani yang terdaftar. Tidak akan merugi, walaupun terjadi gagal panen akibat serangan hama penyakit maupun kekeringan.

Orang nomor satu di Kalteng juga berkomitmen program Food Estate ke depan bisa lebih baik dan sempurna, sehingga bisa memenuhi kedaulatan pangan. Utamanya beras dan mampu memberikan sumbangan pada peningkatan produksi beras nasional. drn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas