PPKM Mikro Rugikan Pengusaha Kafe

  • Bagikan
Owner Warung Kopi Pachie, Ameng

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro yang diterapkan di Kota Palangka Raya, terus dikeluhkan. Utamanya para pelaku usaha coffee shop yang mengaku sangat terdampak. Sebab, pengunjung datang rata-rata di atas pukul 20.00 WIB.

Owner Warung Kopi Pachie, Ameng mengatakan, dari satu sisi PPKM Mikro sangat baik untuk penanggulangan pandemi Covid-19, mencegah orang berkumpul secara berkerumun. Namun, bagi Ameng dan teman-teman seprofesi justru membuat sebuah kerugian.

“Dari sisi kami yang usaha, PPKM itu sangat merugikan. Kenapa, kalau jual makanan atau sea food, lalapan masih enak untuk dibungkus. Tetapi bagi kafe atau coffee shop, angkringan yang memang menyediakan tempat untuk nongkrong, itu sangat merugikan. Karena orang mau makan beli minum di tempat bukan untuk dibawa pulang,” ucapnya kepada Tabengan, Rabu (10/2/2021).

Ameng mengemukakan, rata-rata para pengunjung kafe datang di atas pukul 20.00 WIB. Sedangkan jam operasional kafe hanya boleh sampai pukul 21.00 WIB. Namun, Ameng hanya berpatokan pada Surat Edaran Wali Kota yang membolehkan usaha kafe tetap beroperasi pada Senin-Kamis boleh buka sampai pukul 23.00 WIB, sedangkan  weekend, Sabtu- Minggu sampai pukul 01.00 WIB dini hari.

“Asalkan tetap laksanakan protokol kesehatan,” ucap Ameng.

Di lain tempat, Primaryaditia, Owner Bon Café, mengatakan hal senada bahwa jumlah pengunjung di kafenya mengalami penurunan. Sebab, jam operasional yang dibatasi, hanya boleh buka sampai pukul 21.00 WIB.  Namun demikian, tambah Prima, di tempat lain ada yang diperbolehkan buka sampai tengah malam.

“Intinya, kita siap ikuti dan dukung semua program pemerintah terkait Covid. Tapi, harus efektif dan efisien. Jangan seperti kemarin, membuat beberapa pelaku usaha mati, tapi membuat pelaku usaha lainnya makin naik,” tandasnya. dsn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *