Perayaan Malam Tahun Baru Imlek Ditiadakan

  • Whatsapp
JELANG IMLEK- Ketua Bidang Seni dan Budaya Vihara Avalokitesvara Renko bersama beberapa petugas sedang memperbaiki atap pendopo depan pintu Vihara Avalokitesvara menjelang Tahun Baru Imlek, Rabu (10/2/2021). TABENGAN/LIU
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini Vihara Avalokitesvara Jalan Tjilik Riwut Km 9 Palangka Raya meniadakan perayaan malam Tahun Baru Imlek 2572 lantaran masih adanya wabah virus Corona (Covid-19).

Ketua Bidang Seni dan Budaya Vihara Avalokitesvara Renko menyampaikan, tidak adanya perayaan malam Tahun Baru Imlek, menghindari penumpukan orang di masa wabah Covid-19 ini. Biasanya ada pertunjukan untuk menghibur umat yang datang ke vihara.

Nggak mengadakan perayaan, mungkin perorangan saja, masing-masing datang sembahyang lalu pulang ke rumah. Kegiatan seperti tahun-tahun yang dulu itu nggak ada,” kata Renko, ketika ditemui di Vihara Avalokitesvara, Rabu (10/2/2021).

Menurut Renko, sebelum adanya Covid-19, biasanya banyak orang berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan seperti barongsai setelah itu sembahyang bersama-sama. Namun, adanya pandemi ini nanti ada pengaturan tidak lagi sembahyang berkerumun.

Namun, pada saat Hari Raya Imlek banyak umat Buddha dan Konghuchu yang pulang kampung dan berkumpul bersama keluarganya karena mayoritas pendatang. Biasanya datang sembahyang dan kumpul-kumpul, tapi tahun ini habis sembahyang langsung pulang ke rumah.

Kendati demikian, sejumlah petugas tetap membersihkan vihara, mengecat dinding yang sudah pudar. Tidak semeriah tahun lalu, tidak ada hiasan lampion maupun lampu hias dari gerbang sampai dekat pintu vihara, bagian penting saja yang diberikan hiasan lampu seperti pendopo depan pintu masuk vihara.

Kemudian pihak vihara juga membuat imbauan di papan tulis meminta umatnya untuk menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada saat sembahyang dengan memakai masker, menjaga jarak aman 1 meter, cuci tangan dengan sabun sebelum masuk vihara, cek suhu tubuh bagi yang mencapai 37 derajat dilarang memasuki ruang peribadatan.

Sementara itu, Renko berharap Covid-19 ini supaya cepat berlalu, sehingga bisa menjalankan usaha dengan maksimal. Menurut dia, kadang manusia itu terlalu angkuh, maka  adanya wabah ini hikmah yang dapat diambil lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Semua musibah ada hikmahnya dan manusia lagi yang menilainya. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas