Bangunan Lab SMPN 1 Jangkang Mangkrak

  • Bagikan
MANGKRAK- Pembangunan ruang Laboratorium Komputer SMPN 1 Jangkang Kecamatan Pasak Talawang yang terbengkalai. INSET Franz Yulian SE, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. TABENGAN/YULIANSYAH

KUALA KAPUAS– Pembangunan ruang Laboratorium Komputer Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Jangkang Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, mangkrak. Padahal, proyek yang digarap secara swakelola oleh pihak sekolah ini menggunakan dana DAK APBN Pusat dengan nilai pagu Rp460.000.000 tahun 2020.

Franz Yulian SE, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, membenarkan terhentinya kegiatan pembangunan Lab SMPN 1 Jangkang. Untuk menelusuri lebih jauh apa permasalahannya, kasus ini sudah diserahkan ke Inspektorat.

“Ya betul, masalah kegiatan pembangunan satu ruang Lab SMP Negeri 1  Jangkang, guna tindak lanjutnya sudah kita serahkan ke pihak Inspektorat. Sebab, dari beberapa kali surat panggilan kita layangkan, yang bersangkutan sama sekali tidak merespons dan menanggapinya. Sementara masa kegiatan tahun 2020 sudah lewat,” kata Franz yang juga PTK pelaksanaan DAK saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/2/2021).

Menurut Franz, tidak hanya melayangkan surat, pihaknya pada Desember 2020 lalu bersama dengan auditor dari Inspektorat dan fasilitator juga telah melakukan kunjungan ke lokasi bangunan Lab tersebut guna mengetahui inti permasalahan dan kemajuan fisik dari kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pada kunjungan waktu itu, lanjut Franz, sebenarnya tim juga berkeinginan mencari apa kendala yang dihadapi sehingga kegiatannya tidak bisa diselesaikan, namun Kepala SMPN 1 Jangkang Lukas sebagaimana keterangan Dewan Guru tidak berada di tempat. Bahkan, sudah lama tidak aktif turun ke sekolah.

“Yang pasti, kita selaku PTK sudah berupaya melakukan langkah-langkah koordinasi kepada kepala sekolah, namun karena yang bersangkutan tidak ada itikad menyelesaikan kegiatan, kasus ini sejak awal Januari 2021 semuanya sudah ditangani oleh Inspektorat,” kata Franz.

Franz menambahkan, hingga saat ini pihaknya juga terus mencari tahu keberadaan Lukas untuk memintai keterangan apa masalah dan kendala yang dihadapi. Dia berharap panggilan ini dapat ditanggapi oleh Lukas. c-yul

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *