Legislator Setuju Kelulusan Siswa Diserahkan ke Sekolah

  • Bagikan
Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Hj Mukarramah

PALANGKA RAYA/TABENGAN,COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan telah sepakat untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) dan ujian kesetaraan serta ujian sekolah pada tahun 2021.

Hal tersebut tertuang melalui Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan Peserta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Hj Mukarramah menyatakan dukungannya atas kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah tersebut. Menurutnya, tren penyebaran virus Covid-19 saat ini, khususnya di Kota Cantik dianggap perlu upaya preventif dan responsif agar tidak semakin meluas dimana salah satunya adalah dengan meniadakan ujian nasional.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik, dan tenaga pendidikan adalah hal yang paling utama di atas segalanya.

“Jika kebijakan pemerintah pusat menginstruksikan seperti itu, kita akan mengikuti. Selama hal tersebut dinilai efektif untuk menghindari orang yang kita sayangi dari paparan virus, dan menekan angka sebarannya,” kata Politisi NasDem ini, Rabu (10/2/2021).

Dengan peniadaan tersebut, diyakininya syarat kelulusan siswa atau seleksi masuk tingkatan pendidikan lanjutan, tidak akan menggunakan hasil dari UN maupun ujian kesetaraan.

Menurut informasi yang didapatkannya, konsep UN akan digantikan dengan Asesmen Nasional dimana akan lebih mengutamakan pemetaan mutu sekolah di berbagai daerah dan bukan lagi menetapkan standar seragam bagi pelajar di seluruh Tanah Air dengan ukuran nilai minimal mata pelajaran tertentu.

Secara pribadi, Mukarramah akan sangat setuju jika kelulusan siswa ditetapkan secara langsung oleh sekolah. Pemeriksaan hasil ujian dengan sistem komputerisasi, disebutkannya memiliki kekurangan dimana hanya mampu menilai hasil di atas kertas namun mengesampingkan faktor lainnya.

Bagi dirinya, pendidikan seharusnya melibatkan penilaian kognitif dan pemantauan karakter. Selain itu, capaian belajar yang mendapatkan penilaian dari numerisasi dan literasi yang digabungkan dengan kualitas pembelajaran di sekolah, serta pemantauan perkembangan kecerdasan emosional pelajar juga merupakan faktor yang sangat penting untuk mempersiapkan siswa apakah ia layak lulus sekolah dan siap menghadapi tingkatan selanjutnya.

“Itu yang tak dimiliki dengan sistem penilaian melalui ujian komputer. Apabila diserahkan ke sekolah, mereka tentu lebih tahu bagaimana karakter siswa dan perkembangannya selama menempuh pendidikan seperti apa. Saya sepakat dengan wacana tersebut,” tutup Mukarramah.rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *