Kapolda Luncurkan Posko PPKM Mikro Se-Kalteng

  • Bagikan
PELUNCURAN- Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo bersama PJU dan Forkopimda Palangka Raya saat peluncuran Posko PPKM Mikro. TABENGAN/FERRY WAHYUDI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Dedi Prasetyo resmi meluncurkan Posko Penanganan Covid-19 Tingkat RT se-Kalteng. Pendirian posko merupakan bagian rangkaian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro sesuai Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021.

Peresmian dilakukan Kapolda bersama seluruh pejabat utama Polda Kalteng di Posko PPKM Mikro Jalan Lele IV, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Selasa (9/2/2020) pagi. PPKM Mikro dilaksanakan serentak seluruh Indonesia sejak 9-22 Februari 2021.

Hadir pada kesempatan itu Kapolresta Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, Wakil Wali Kota Umi Mastikah, Dandim 1016 Kolonel Inf I Gede Putra Yasa, dan Ketua Harian Satgas Covid-19 Palangka Raya Emi Abriyani.

“Tujuan kegiatan ini untuk menekan angka pertumbuhan Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia,” ucap Dedi.

Kapolda menyatakan turut prihatin atas angka pertumbuhan Covid-19 yang terus meningkat. Untuk wilayah Kalteng, hanya dua kabupaten yakni Katingan dan Seruyan yang masih dalam zona oranye.

“Untuk Kota Palangka Raya sempat bertahan sekian lama di zona oranye, kini masuk kembali ke zona merah karena adanya penambahan jumlah konfirmasi positif beberapa hari ini,” jelasnya.

Dedi menegaskan, butuh kepedulian semua pihak dan tidak pernah lelah dalam bersinergi menerapkan penegakan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari. Kerumunan massa memiliki tingkat kerentanan tinggi dalam penyebaran Covid-19.

“Dengan berdirinya Posko PPKM di tingkat RT, kita mengharapkan yang tadinya di wilayah masyarakat masuk dalam zona merah, minimal bisa turun. Kita mengharapkan dengan upaya maksimal secara bersama angka penyebaran di Palangka Raya dan Kalteng pada umumnya betul-betul turun. Tanpa kerja sama, mustahil bisa menurunkan angka pandemi,” tegasnya.

Kapolda menambahkan, pendirian Posko PPKM nantinya akan dievaluasi secara berkala.

“Pendirian posko ini bukan hanya seremonial, namun menjadi starting point dalam memerangi Covid-19 di lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah mengatakan, pemberlakuan program untuk pencegahan Covid-19 ini merupakan kepanjangan dari instruksi  pemerintah pusat yang memutuskan menaikkan status PPKM menjadi PPKM berbasis mikrozonasi. Berbeda dari sebelumnya, PPKM berbasis mikro kali ini akan diberlakukan pada level lebih rendah, yakni desa/kelurahan hingga tingkat RT/RW.

“PPKM Mikro secara teknis kita dorong. Pembentukan posko-posko kelurahan yang digerakkan oleh lurah pada daerah zona merah dengan berfokus pada peningkatan partisipasi masyarakat,” ungkap Umi usai menghadiri apel gabungan pencanangan PPKM Mikro di Jalan Lele, Selasa.

Umi optimis, dengan adanya penerapan PPKM Mikro efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 karena saat ini sebaran didominasi oleh klaster keluarga dan perjalanan keluar daerah. Meskipun beberapa waktu lalu Palangka Raya sempat masuk dalam zona oranye, namun kini telah kembali ke zona merah, sehingga perlu langkah antisipatif agar sebaran tidak kembali meluas.

“Meskipun kita sebenarnya tidak termasuk dalam wilayah yang wajib melaksanakan PPKM Mikro seperti Jawa dan Bali, tentu kita harus mengambil tindakan preventif dan antisipatif. Ketika ada instruksi, kita turut berpartisipasi. Terlebih Palangka Raya adalah titik transit dari berbagai daerah, jadi perlu upaya lebih melalui PPKM Mikro ini,” jelasnya.

Selain PPKM Mikro, Umi menuturkan, pihaknya akan lebih mengintensifkan disiplin protokol kesehatan dan upaya penanganan Covid-19 dengan membagikan masker dan menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan. fwa/rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *