Palangka Raya Terapkan PPKM-Mikro

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA – Sebagaimana yang telah dimandatkan dalam Surat Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 pada tingkat desa/kelurahan, wilayah Jawa-Bali diinstruksikan untuk bisa menerapkannya mulai 9-22 Februari mendatang. Rupanya, hal tersebut juga akan diberlakukan di Kota Palangka Raya.

Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri saat dikonfirmasi Tabengan pada Senin (8/2) malam mengatakan jika terhitung sejak Selasa (9/2), PPKM-Mikro dan Posko Penanganan Covid-19 Tingkat Kelurahan akan berlaku di Kota Cantik. Kedua hal tersebut akan melebur menjadi satu bersama dengan Program Kelurahan Tangguh Bencana yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) setempat belum lama ini, dan berlaku tanpa ada batas waktu tertentu.

“Jadi PPKM-Mikro dan pembentukan posko ini adalah penjabaran dari atensi dari Bapak Presiden Joko Widodo, khusus pada wilayah Jawa-Bali. Kenapa Palangka Raya turut melaksanakan? Karena hasil data yang masuk per tanggal 8 Februari ini, secara nasional kita masuk zona merah. Sehingga Bapak Kapolda Kalteng mengambil langkah diseluruh Kalteng, bagaimana menurunkan zona merah tersebut. Ya melalui PPKM-Mikro ini,” ungkap Kapolresta.

Ia menambahkan, Polresta Palangka Raya telah melakukan pemetaan atau mapping untuk melihat RT/RW mana saja yang ada warganya terkonfirmasi positif Covid-19. Dan dari data yang didapatkan pihaknya, Kelurahan Bukit Tunggal adalah salah satu kelurahan zona merah dengan angka sebaran yang cukup tinggi. Sehingga, PPKM-Mikro pertama akan dilaksanakan di sana tepatnya di Jalan Lele dan Jalan Gurame.

Tujuan utama dari PPKM-Mikro dan pembentukan posko tersebut, dikatakan Dwi adalah untuk mengingatkan masyarakat setempat agar mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Dan yang kedua, apabila ada warganya yang terkena Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri maka petugas Posko akan turut membantu mereka untuk bisa menjalankan isolasi dengan aman dan nyaman, serta tidak berkeliaran bebas menyebarkan virus tersebut.

“Juga petugas posko akan membantu untuk memantau warga itu apabila ada yang memiliki gejala parah, mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan. Karena selain berisikan petugas dari RT/RW dan kelurahan, posko ini akan diikuti oleh aparat kepolisian, TNI, dan petugas medis yang standby 1×24 jam,” jelasnya.

Jika selama ini pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat untuk memutus mata rantai sebaran Covid-19 hanya dilaksanakan oleh pemerintah ke bawah (Top to Down), maka kali ini lanjut Dwi, melalui PPKM-Mikro dan posko penanganan Covid-19 akan dipusatkan pada peran serta masyarakat sebagai dasar atau Down to Top.

“Sekarang gimana kita mengajak masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi dari bawah ke atas. Ini yang kita dorong. Dan kita sebagai pemerintahan dan aparat, memantau agar terjadi sinkronisasi dan keseimbangan,” tukasnya.

Sementara itu Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan jika pihaknya melalui aparatur kelurahan dan kecamatan, serta tim medis akan berkoordinasi terus menerus dalam upaya mendukung pelaksanaan PPKM-Mikro dan Posko Penanganan Covid-19 dalam program Kelurahan Tangguh Bencana tersebut.

“Bersama dengan RT/RW, kita akan bahu membahu mengawasi masyarakat. Juga bekerjasama dengan Puskesmas untuk memantau mereka yang melakukan isolasi mandiri. Serta bagi masyarakat sekitarnya, mari beri dukugan positif bagi sesama yang terkena musibah Covid-19 agar cepat sembuh,” pungkasnya.

Peresmian PPKM-Mikro dan Posko Penanganan Covid-19 di Kota Palangka Raya oleh Kapolda Kalteng, akan dilaksanakan pada Selasa (9/2) pagi yang akan dimulai pada tiga titik yakni Jalan Yos Sudarso V RT 04/RW IX Kelurahan Menteng, Jalan Lele RT7/RW6 Kelurahan Bukit Tunggal dan Jalan Gurame RT7/RW25 Kelurahan Palangka. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas