DAYUNG-Mantan Atlet Nasional Asal Kalteng Beberkan Kunci Keberhasilan

  • Whatsapp
KUNCI KEBERHASILAN - Subandi S Musan bersama rekan atlet dayung lainnya dari berbagai daerah di Indonesia foto bersama usai tampil di salah satu kejuaraan di tingkat Asean. ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Mantan atlet dayung asal Kalimantan Tengah (Kalteng) di era 1980-an, Subandi S Musan sebisa mungkin siap membantu Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PODSI) Kalteng untuk mengangkat dan mengembalikan kejayaan Olahraga Dayung Kalteng di tingkat nasional salah satunya berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2021.

Pria kelahiran 25 Juli 1964 di Sampit ini, kini dipercayakan PODSI Kalteng memegang jabatan Ketua bidang (Kabid) pembinaan prestasi ini mengenang dirinya sukses meraih prestasi pada saat menjadi atlet. Sebelum menjadi atlet dayung, ia mencoba peruntungan sebagai atlet bulutangkis, namun dukungan orang tua dari segi materil menjadi kendalanya.

“Saya tanya kepada diri sendiri, orang lain yang menjadi atlet bisa dapat juara kenapa saya tidak, akhirnya saya coba jadi atlet bulutangkis, tapi orang tua langsung tembak di tempat tidak sanggup biaya, beli sepatu, raket dan bola, akhirnya saya legowo dan mundur sebagai atlet bulutangkis. Saat itu masih SMP tahun 1978,” kata Subandi, Jumat (5/2), ketika kenang dirinya pertama kali jadi atlet.

Setelah berhenti dari bulutangkis, ia ke olahraga balap sepeda dan berhasil meraih juara satu dan dua tapi tidak bisa dikirim ke luar Kalteng karena pada saat itu induk organisasinya Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kalteng belum ada terdaftar, hal itu sempat membuat dirinya frustasi dan berhenti dari olahraga tersebut.

Ia pun memutuskan untuk masuk atletik dan berhasil juara di nomor lari 5 ribu meter, 10 ribu meter sampai maraton 28 Km. Minimal mendapatkan juara tiga dan empat, tapi tidak dikirim juga ke Jakarta. Akhirnya ia datang ke KONI dan bertanya olahraga apa yang menjadi prioritas.

“Ternyata dayung prioritasnya. Setelah itu saya memutuskan untuk masuk ke olahraga dayung dari 1980/1981. Puncaknya pada PON XI 9 September sampai dengan 20 September 1985 dan PON XII di Jakarta pada tanggal 18 Oktober sampai dengan 28 Oktober 1989. Sudah meraih juara umum dayung, jadi kalau orang dengar nama Kalteng itu sudah tau,” imbuh Subandi

Ia tampil sebagai atlet sampai PON XIII yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 9 September sampai dengan 19 September 1993 Setelah itu mulai memutuskan untuk menjadi pelatih dayung sampai 2015. Prestasi yang diraih bersama Kalteng di event nasional, membuat Subandi dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti Pelatnas dayung, persiapan mewakili Indonesia di ajang Asean seperti SEA Games  XIV, 1987 di Jakarta meraih 4 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu. SEA Games  XV di Malaysia 1989 meraih 2 medali emas. Total perolehan medali  sebagai atlet maupun pelatih sebanyak 84 emas, 41 perak dan 43 perunggu.

Ia membuka rahasia kesuksesan sebagai seorang atlet dayung. Menurutnya yang dilihat bukan berdiri kokohnya, tapi yang dinilai hentakan saat mendayung, masuk sama keluar juga sama di air saat mendayung. Kalau tidak kompak maka perahunya goyang dan bisa ketinggalan dari lawan.

“Ada yang baru angkat, ada yang sudah di depan. Itu yang harus disimulasikan supaya sama, di air itukan berat. Kuncinya itu dilatihan ada beberapa cara bisa dilakukan untuk tingkatkan kekompakan dan kekuatan lengan atlet,” jelas Subandi.

Kalau tangannya masih lemah diperbaiki dengan latihan panjat tali dengan tangan, push up, kalau tidak jalan dengan tangan ke kiri dan kanan, maju mundur sementara kakinya diangkat. Kemudian angkat beban per menit atau set, dinamisme dan statis dasarnya push up, skot jump, sit up dan Squat thrust adalah salah satu gerakan yang terdiri dari gerakan berdiri, push up, menarik kaki kemudian berdiri kembali.

Empat dasar itu harus dikuasai atlet dayung, kalau tidak pulang saja atletnya. Sementara itu latihan yang ideal itu 6 bulan bersih tanpa ada potongan hari libur, tiga bulan kondisioning penyesuain dari nol ke grid, yakni ibarat rumah itu dibangun pondasinya, setelah tiga bulan dilihat performanya atletnya. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas