Rumah Sakit NU Akan Dibangun

  • Whatsapp
TABENGAN /HUMPROV PEMBANGUNAN RS NU – Gubernur saat menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Sakit Nahdhatul Ulama (RS NU) Provinsi Kalteng di Jalan G. Obos, Palangka Raya, Sabtu (6/2). Tampak Anggota Komisi III DPR RI Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedy Prasetyo saat peletakan batu pertama.
iklan atas

**Gubernur Letakkan Batu Pertama Pembangunan RS NU

**Wahyudie Kembali Pimpin PWNU Kalteng

 PALANGKA RAYA – Konferensi Wilayah (Konferwil) bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fatayat NU Kalteng, menghasilkan sejumlah poin penting. Salah satunya terpilihnya kembali HM Wahyudie F Dirun, sebagai Ketua Tanfidziyah (PWNU Kalteng) periode 2021-2026,  dalam  Konferwil  NU Kalteng yang diselenggarakan di  Swissbelhotel Danum, Sabtu 6 Februari 2021.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi III DPR RI Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedy Prasetyo dan penjabat lainnya.

Terpilihnya Wahyudie dihasilkan melalui musyawarah mufakat dengan para Ketua Tanfidziyah tingkat cabang se-Kalimantan Tengah yang hadir di arena konferwil serta direstui Rois Syuriah terpilih KH Chairudin Halim.

“Setelah penetapan hari ini, selanjutnya ketua tanfidziyah diminta untuk menyusun kepengurusan bersama tim formatur terpilih,” ujar Ketua PC NU Kota Palangka Raya M Syahrun yang ditunjuk sebagai ketua sidang.

Beberapa saat sebelum ditetapkan, Wahyudie menyatakan tekadnya untuk memprioritaskan dua program pembangunan selama lima tahun mendatang. Kedua fokus program dimaksud adalah perkuatan kepengurusan cabang NU di kabupaten/kota, serta pembangunan program keumatan dan pendidikan.

“Beri saya kesempatan lima tahun ke depan untuk membangun rumah sakit dan perguruan tinggi NU,” kata Wahyudie.

Sebelumnya, kegiatan Konferwil itu dibuka oleh Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran di Aula Jayang Tingang Kompleks Kantor Gubernur, Sabtu siang. Selain itu kegiatan juga dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit (RS) NU, di Jalan G Obos Palangka Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan konferwil PWNU, GP Ansor dan Fatayat NU. Terkait itu, Gubernur mengajak jajaran PWNU bisa terus berperan serta mendukung suksesnya program pembangunan di Kalteng. Salah satunya seperti program strategis nasional, yaitu Food Estate dan cadangan logistik strategis.

Gubernur menjelaskan, pemerintah pusat sendiri telah menyetujui Kalteng sebagai lumbung pangan nasional. Bahkan, ujarnya, dibawah Kementerian Pertahanan Kalteng juga menjadi project cadangan logistik strategis, yaitu berupa komoditas singkong di Kabupaten Gunung Mas. Saat ini program tersebut tengah digarap, yang mana belum lama ini pihaknya melaksanakan kunjungan ke wilayah tersebut.

Sementara itu terkait rencana pembangunan RS NU di Kalteng, dirinya menilai kehadiran fasilitas kesehatan itu sangat strategis, dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Nantinya RS NU ini merupakan RS Umum Kelas D, yang rencananya dibangun empat lantai, mengambil konsep rumah sakit modern,” ujarnya.

Harapannya melalui fasilitas tersebut, bisa memberikan pelayanan secara maksimal serta kenyamanan bagi masyarakat atau pasien yang datang berobat. Orang nomor satu di Kalteng itu juga menjelaskan, untuk konsep bangunan RS NU akan mengambil bentuk dua hexagonal, yaitu yang pertama berbentuk sarang lebah.

Bentuk itu, ujarnya, terinspirasi dari salah satu ayat di Kitab Suci Al-Quran (QS An-Nahl ayat 69), yang menyebutkan tentang madu serta pengobatan. “Lalu untuk hexagonal layer, menggambarkan bentuk struktur DNA, melambangkan sisi modernitas rumah sakit tersebut,” pungkasnya. drn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas