Pernikahan Gubernur Kalteng Meriah, Kedua Mempelai Terima Gelar Adat

30

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Acara pernikahan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Yulistra Ivo Azhari yang digelar di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Kamis (25/1), berlangsung meriah.

Ribuan undangan tampak menghadiri momen bahagia Gubernur Kalteng tersebut, termasuk sejumlah pejabat Negara antara lain, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Kemudian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Selain itu, hadir juga sejumlah Pejabat Tinggi Negara antara lain Kapolri, Ketua DPD RI, beberapa tokoh Nasional antara lain Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan sejumlah pejabat lainnya.

Ribuan masyarakat Kalteng juga memadati kawasan Bundaran Besar untuk menyaksikan rangkaian pernikahan Gubernur Kalteng tersebut melalui videotron yang terpasang di kawasan tersebut, mengingat terbatasnya kapasitas ruangan tempat dilangsungkannya acara.

Di sekitar kawasan Bundaran Besar tersebut juga tampak ratusan karangan bunga ucapan selamat dari berbagai pihak, ratusan janur kuning, serta terdapat ratusan tenda yang menyajikan berbagai menu makanan untuk masyarakat yang datang. Tampak dua buah panggung untuk hiburan masyarakat dan tempat Gubernur Kalteng menyapa masyarakat dan memotong kue pengantin.

Berdasarkan informasi dikutip dari Media Center Kalimantan Tengah, rangkaian pernikahan Gubernur Kalteng tersebut dimulai dari penyambutan calon mempelai laki-laki. Kedatangan rombongan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Istana Isen Mulang tersebut disambut dengan kesenian hadrah, kemudian disambut dengan lawang sakepeng.

Prosesi penyambutan mempelai laki-laki tersebut selanjutnya diikuti dengan pertukaran pemberian gelar adat kepada kedua mempelai. Yulistra Ivo Azhari selaku mempelai perempuan menerima gelar adat Dayak, Nyai Rantian Intan. Sedangkan Sugianto Sabran menerima gelar ganjaran adat Jawa, Kanjeng Raden Tumenggung Hario H Sugianto Sabran Sri Lintang Noto Projo.

Pemberian gelar adat Dayak kepada mempelai perempuan tersebut diiringi dengan ritual mamapas, tampung tawar, pemberian barang adat berupa sangku, dan diakhiri dengan pengalungan lilis lamiyang.

Sementara pemberian gelar adat Jawa kepada mempelai laki-laki diawali dengan upacara Panggih Penganten Ngidak Wiji Dadi (menginjak telur). Prosesi pemberian Gelar Ganjaran dari Pakualaman Yogyakarta kepada H Sugianto Sabran, selanjutnya diikuti dengan prosesi sungkeman.

Setelah pemberian gelar kepada kedua mempelai, dilanjutkan dengan acara sungkeman kedua mempelai. Kemudian dilanjutkan dengan acara akad nikah, dimana Wapres RI Jusuf Kalla bertindak sebagai saksi mempelai laki-laki dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sebagai saksi bagi mempelai perempuan.

Prosesi akad nikah tersebut, selanjutnya dikuti dengan penyerahan buku nikah oleh Menteri PMK Puan Maharani untuk mempelai perempuan dan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo untuk mempelai laki-laki.

Dalam rangkaian pernikahan Gubernur Kalteng tersebut, nuansa budaya Dayak dan Jawa mewarnai panggung hiburan, sejumlah tarian tradisional Kalteng disuguhkan, antara lain tari melayu, tari himba, tari ta’aruf, tari japin bujang dara, dan tari batuah marajaki, termasuk tarian bernuansa Jawa yaitu tari gambyong.

Tidak hanya pertunjukan tari, namun seniman lokal Kalteng Marion Hendry juga tampil membawakan lagu ciptaannya. dkw

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here