NTP Subsektor Rata-rata Naik di Atas 100 Persen

  • Whatsapp
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro
iklan atas

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statisktik (BPS) Kalimantan Tengah dalam rilisnya menyatakan bahwa nilai tukar subsektor tertinggi selama Januari 2021 berasal dari tanaman perkebunan rakyat 115,98 persen, diikuti oleh peternakan 105,83 persen, perikanan 101,98 persen, tanaman pangan 100,17 persen dan hortikultura 99,55 persen.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, mengatakan, pada Januari 2021, nilai tukar hasil produksi pada subsektor tanaman pangan sudah mampu mengimbangi tingkat harga kebutuhan konsumsi dan biaya produksi. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani 107,40 persen sudah lebih besar dibanding indeks harga yang dibayar petani 107,22 persen.

Disisi lain, NTP subsektor tanaman pangan juga sudah diatas 100 persen pada bulan Januari 2021 yakni 100,17 persen. Indeks harga hasil produksi di subsektor pertanian mengalami peningkatan di semua kelompok hasil produksi, yakni kelompok palawija 2,39 persen dan kelompok padi 1,08 persen.

Selanjutnya, nilai tukar subsektor hortikultura juga mengalami kenaikan nilai tukar 2,19 persen dari 97,42 Desember 2020 menjadi 99,55 persen di Januari 2021. Peningkatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya It 2,35 persen yang lebih tinggi dibanding peningkatan Ib 0,16 persen. Kenaikan It terjadi di semua kelompok produksi, yaitu sayur-sayuran 4,62 persen, tanaman obat 1,71 persen dan buah-buahan 0,87 persen.

“Kelompok sayur-sayuran didominasi oleh cabai rawit, terung, kacang panjang, ketimun, dan tomat. Kelompok buah-buahan terutama dipengaruhi oleh durian, pisang, dan pepaya. Sedangkan kelompok tanaman obat didominasi oleh jahe dan kunyit,” kata Eko, belum lama ini.

Sedangkan tanaman perkebunan rakyat merupakan subsektor andalan di Provinsi Kalteng mengalami peningkatan nilai tukar sebesar 1,54 persen yang didominasi dari peningkatan It 1,70 persen, khususnya komoditas karet dan kelapa sawit. Sementara Ib juga mengalami peningkatan 0,16 persen. Selama lima bulan terakhir, NTP subsektor perkebunan masih mendominasi dibandingkan subsektor lainnya.

Dia juga mengatakan, untuk subsektor peternakan pada Januari 2021, mengalami peningkatan nilai tukar pula 0,55 persen dari 105,25 Desember 2020 menjadi 105,83 Januari 2021. Peningkatan ini sebagai dampak dari kenaikan It 0,58 persen yang lebih besar dari kenaikan Ib (0,03 persen.

Peningkatan indeks harga hasil produksi terjadi pada kelompok hasil ternak (telur ayam ras) sebesar 1,62 persen, kelompok ternak kecil seperti sapi, babi dan kambing sebesar 1,27 persen serta kelompok unggas ayam ras pedaging sebesar 0,90 persen.

Subsektor perikanan mengalami peningkatan nilai tukar 0,73 persen pada Januari 2021, yang disebabkan oleh kenaikan It 0,87 persen yang lebih tinggi dibanding kenaikan Ib 0,14 persen. NTN (Nilai Tukar Nelayan) mengalami peningkatan 0,72 persen dan NTP Pembudidaya Ikan (NTPi) meningkat 0,79 persen. Peningkatan indeks harga hasil produksi pada NTN dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga komoditas udang laut, baong, lais, dan gabus. Disisi lain, kenaikan NTPi dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga hasil produksi bandeng, patin dan nila. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas