LANGGAR EDARAN WALI KOTA – THM dan Kafe Disanksi

  • Whatsapp
DISANKSI- Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya memberikan sanksi denda administrasi kepada salah satu THM karena kedapatan melanggar jam operasional, Sabtu (30/1/2021) malam. ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya kembali melaksanakan kegiatan operasi yustisi penegakan Surat Edaran Wali Kota Nomor 80 Tahun 2021 dan Perwali Nomor 26 Tahun 2020 tentang upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Cantik, Sabtu (30/1/2021).

Sasarannya adalah para pelanggar perseorangan yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan para pelaku usaha yang tidak mematuhi jam operasional.

Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani yang turut hadir dalam kegiatan operasi yustisi mengatakan, sejak pukul 19.00 WIB pihaknya melakukan razia masker di  Jalan Ahmad Yani.

Di lokasi tersebut ditemukan 44 orang pelanggar yang tak mengenakan masker saat melintas. Rincinya, 15 orang mendapat sanksi administrasi, 26 orang sanksi sosial, 1 orang teguran tertulis dan 2 orang mendapat teguran lisan.

Selanjutnya sekitar pukul 22.00 WIB, Tim Satgas bergerak menuju salah satu kawasan hiburan di Jalan DI Panjaitan. Di sana ditemukan 2 tempat hiburan malam (THM) yang masih buka.

Padahal, kata Emi, dalam edaran wali kota ditegaskan bahwa selama Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) untuk THM diperkenankan beroperasi hanya sampai pukul 21.00 WIB.

“Tim Satgas akhirnya memberikan sanksi denda administratif sebesar Rp5 juta, dikarenakan 2 THM tersebut masih buka di atas pukul 21.00 WIB. Jumat (29/1) kemarin, ada 2 THM yang dikenakan denda administrasi karena persoalan serupa,” ujar Emi.

Selanjutnya pukul 22.30 WIB, Tim Satgas bergerak menyisir sejumlah kawasan kuliner yang terdapat kafe untuk memantau kepatuhan pemilik usaha dalam menjalankan edaran wali kota.

Sejumlah kafe di Jalan Yos Sudarso akhirnya mendapatkan teguran tertulis dikarenakan masih buka dan melayani pengunjung untuk makan di tempat. Padahal, dalam edaran telah ditentukan jika di atas pukul 21.00 WIB hanya diperbolehkan untuk menerima pesanan yang dibungkus saja.

“Setidaknya ada 6 kafe yang kita berikan teguran terakhir malam tadi. Dan 1 kafe yang akhirnya dikenakan sanksi administrasi Rp5 juta karena masih buka dan melayani makan di tempat di atas pukul 21.00 WIB. Juga ada 2 orang pengunjung yang datang tak memakai masker dan diberikan masing-masing sanksi administrasi dan teguran lisan,” bebernya.

Perpanjangan PKM Tunggu Instruksi

Sebagaimana diketahui, dalam Surat Edaran Wali Kota Nomor 80 Tahun 2021, pembatasan kegiatan masyarakat atau PKM akan dilaksankan selama 14 hari terhitung sejak 17-31 Januari 2021.

Ketika ditanyai Tabengan potensi diperpanjangnya pelaksanaan PKM, Emi menuturkan, hal tersebut masih menunggu instruksi dari Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin sebagai Ketua Tim Satgas Covid-19.

“Akan dievaluasi secepatnya apakah akan diperpanjang atau tidak PKM ini. Dari informasi sementara, pasca-PKM berakhir, namun tetap ada pembatasan kegiatan. Ada kemungkinan penyesuaian jam operasional akan dikaji kembali. Yang jelas dari penindakan satgas di tempat usaha, sejauh ini tak ada ditemukan kasus penularan. Jika tak dibatasi, mungkin kasus Covid-19 di sini akan meledak,” ungkap Emi.

Sejauh ini, jelas Emi, sebaran kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Palangka Raya disebabkan adanya transmisi antardaerah yang dibawa dari luar kota kemudian berubah menjadi transmisi lokal. Sang penderita Covid-19 ini menularkannya kepada keluarga di rumah maupun di tempat kerja.

Adanya PKM ini, lanjut Emi, berusaha agar adanya transmisi yang dibawa dari luar daerah justru menyebar pada sektor usaha seperti kafe, rumah makan maupun THM.

Alhamdulillah sampai hari ini transmisi yang terjadi pada tempat yang kita berlakukan pembatasan kegiatan, tidak ada. Dengan begitu tim tracing bisa fokus pada pengejaran pada kasus kontak erat di lingkungan keluarga dan kantor,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas