Kalteng Kehilangan 2 Tokoh Panutan

  • Whatsapp
dr Don FB Leiden SpOG MMR dan Inun Maseh atau dikenal Mina Indu Lawit
iklan atas

**Dokter Don Leiden dan “Ibu” Dayung Inun Maseh Wafat

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Awan duka menyelimuti Provinsi Kalimantan Tengah (Tengah). Dua tokoh panutan, dr Don FB Leiden SpOG MMR dan Inun Maseh atau dikenal Mina Indu Lawit, tutup usia di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

Almarhum Don FB Leiden, mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kalteng yang juga pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya periode 1 Oktober 2003-12 Juli 2008, meninggal dunia pada Minggu (31/1/2021) pagi. Sedangkan almarhumah Mina Indu Lawit, “ibu” olahraga dayung Kalteng wafat sehari sebelumnya, Sabtu (30/1/2021).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalteng dr Mikko U Ludjen SpOG mengaku sangat kehilangan dengan kepergian almarhum Don Leiden untuk selama-lamanya. Mikko menilai almarhum merupakan senior teladan, menjadi panutan atas sikap rendah hati yang dimilikinya.

“Baik hati dan pekerja keras serta memberikan motivasi untuk dokter-dokter, khususnya putra daerah untuk terus belajar dalam pengembangan diri di Kalteng. Kami kehilangan salah satu putra dokter Dayak terbaik yang dimiliki oleh Kalteng,” kata Mikko, Minggu.

Semasa hidup almarhum, hampir semua jabatan di dunia kesehatan sudah pernah dipegangnya, seperti Ketua IDI Wilayah Kalteng, Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Kalteng, Direktur RSUD Doris Sylvanus dan Kadinkes Provinsi Kalteng. Selain itu,  almarhum juga menjabat Ketua Kerukunan Warga Dusun, Maanyan dan Lawangan (Dusmala).

Ucapan duka juga disampaikan Kadinkes Kalteng dr Suyuti Syamsul MPPM. Dia bersama jajaran di Dinkes Kalteng merasa kehilangan senior yang telah meletakkan fondasi sistem kesehatan di Kalteng. Meskipun tidak mengenal secara mendalam sosok almarhum, namun menurut Suyuti almarhum orang yang baik.

“Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Kami kehilangan senior yang  meletakkan fondasi sistem kesehatan di Kalteng. Saya tak mengenal beliau secara mendalam. Komunikasi kami selama ini terbatas pada hal-hal yang bersifat profesional, tetapi menurut saya beliau orang baik,” ujar Suyuti.

“Ibu” Dayung Kalteng

Sementara itu, Wilson U Maseh, anak kedua dari almarhumah Mina Indu Lawit menyampaikan, almarhumah sempat menjalani perawatan cukup lama di RSUD dr Doris Sylvanus sejak 26 Desember 2020 karena dari hasil diagnosis menderita multiple myeloma, kanker yang menyerang sel plasma. Namun, sejak Kamis (28/1/2021), terjadi penurunan kesadaran dan sudah tidak dapat berbicara. Kemudian, Sabtu (30/1/2021) pukul 14.39 WIB, mengembuskan nafas terakhir.

“Almarhumah akan dimakamkan besok (Senin) di pemakaman Jalan Tjilik Riwut kilometer 2,5, setelah ibadah siang,” kata Kudit sapaan akrab Wilson Maseh ketika ditemui di rumah duka, Jalan Baban nomor 22, Kota Palangka Raya, Minggu.

Ibu Lawit merupakan sosok yang sangat familiar dalam dunia olahraga dayung Kalteng. Ia membantu sang suami Udy Maseh (almarhum) yang pada itu menjabat sebagai Ketua Pengprov PODSI Kalteng sekitar 1980-an. Berkat tangan dingin keduanya, olahraga dayung Kalteng meraih prestasi dan disegani provinsi lain serta mencetak sejumlah atlet level nasional.

Setiap kali Pekan Olahraga Nasional (PON), almarhumah selalu hadir mendampingi para atlet. Ia mengurus langsung konsumsi para atlet. Terakhir, Ibu Lawit masih mendampingi para atlet dayung Kalteng yang bertanding di PON XIX, 2016 di Jawa Barat.

Salah satu mantan atlet Dayung Kalteng, Subandi S Musan mengenang, bahwa alm Ibu Lawit merupakan seorang tokoh, sesepuh dan Kartininya Kalteng, karena turut berjuang membangun, membangkitkan dan mengembangkan olahraga dayung sejak 1980-an.

“Tidak mengenal menyerah, kami sebagai anak-anak asuhnya merasa bangga sekaligus merasa kehilangan. Dalam mendidik kami, ibu ini bertangan dingin penuh semangat, dedikasi serta bermotivasi dalam mengibarkan panji cabang olahraga dayung, almarhumah bisa dibilang ibunya olahraga dayung Kalteng,” kata Subandi.

Subandi berharap ke depan ada pengganti almarhumah pada zaman sekarang. Dia meninggal di usia 80 tahun. Semoga almarhumah dalam kepergiannya meninggalkan kita semua diterima oleh Tuhan Yang Maha. Selamat jalan “Ibu” dayung Kalteng. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas