COVID-19- Angka Kematian Meningkat di Beberapa Daerah

  • Bagikan
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) Rini Fortina.SKM.,M.Kes

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM-Ahli epidemiologi di Provinsi Kalimantan Tengah mengungkapkan beberapa daerah di Kalteng mengalami peningkatan kasus Covid-19 ada juga yang mengalami penurunan. Untuk itu meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) Rini Fortina.SKM.,M.Kes menyampaikan, berdasarkan hitungan mereka angka kematian case fatality rate (CFR) yang diamati setiap Minggu terjadi peningkatan di Kabupaten, Barito Utara (Barut) 6,5 persen, Sukamara 23,6 persen dan Lamandau 26,7 persen.

“Angka kematian CFR itu secara presentasi diamati dalam 2 Minggu berdasarkan petunjuk zona resiko daerah diatas itu cukup tinggi, beberapa daerah ada peningkatan juga tapi kecil di bawah angka 1,” kata Rini, Rabu (27/1).

Menurut Rini, banyak faktor bisa menyebabkan kematian misalnya kondisi dari pasien itu sendiri yang sudah cukup parah. Kemudian sarana dan prasarana di rumah sakit misalnya jumlah ventilator dan tempat tidur kurang sementara penderita dengan kondisi berat cukup banyak, Sumber Daya Manusia (SDM) apakah terlatih atau tidak jumlahnya cukup atau tidak.

Untuk itu edukasi kepada masyarakat perlu ditekankan bahwa kalau sudah ada gejala demam, batuk pilek dan melakukan kontak erat dengan orang positif maka harus ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Faskes) untuk pemeriksaan, jangan sampai menunggu kondisinya parah baru berobat, apalagi virusnya sudah sampai ke Paru-paru maka cukup sulit untuk diobati.

Sementara itu, angka penularan setiap Minggunya mengalami penurunan. Kebijakan pemerintah membatasi kegiatan masyarakat dan membubarkan kerumunan cukup efektif menekan penularan kasus baru. Kemudian pelacakan yang cepat dan tepat terhadap mereka yang kontak erat dengan pasien positif juga berhasil menekan kasus penularan.

Setelah pelacakan, kemudian hasil pemeriksaan swab yang membutuhkan waktu lebih cepat, PAEI menilai turut berpengaruh juga terhadap penularan kasus baru. Jika hasil pemeriksaan bisa sesegera mungkin diumumkan maka yang hasilnya positif bisa cepat diisolasi sehingga tidak menyebar lagi ke orang banyak, sehingga dukungan hasil pemeriksaan laboratorium yang cepat namun akurat termasuk menentukan. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *