PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA- Sinkronkan Program, Askab dan Asprov Jalin Silaturahmi 

  • Whatsapp
TABENGAN/ISTIMEWA SINGKRON- Sekretaris Asprov PSSI Kalteng, H Elbadi Fardian (kemeja putih) dan ketua Askab PSSI Bartim (Rompi Coklat) bersama jajarannya, foto bersama di halaman kantor KONI Kalteng, Kamis (28/1) usai melakukan audiensi.
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Kabupaten Barito Timur ingin olahraga sepak bola di daerah tersebut maju dan meraih prestasi, namun untuk mencapai target ini, terlebih dahulu memantapkan organisasi dengan konsultasi langsung kepada Asprov PSSI Kalteng.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Bartim Nur Sulistyo menyampaikan, setelah dirinya baru terpilih sebagai ketua Askab PSSI di Bartim beberapa waktu lalu, untuk itu perlu arahan dan bimbingan sehingga dalam penyusunan program kedepan sinkron dari tingkat provinsi sampai ke kabupaten.

“Kami melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan Asprov PSSI Kalteng dan KONI, karena setelah saya ditetapkan sebagai ketua melalui kongres biasa, tentu perlu arahan dan bimbingan supaya kedepan dalam penyusunan program kedepan ada korelasi dan keberlanjutan dari provinsi turun ke kabupaten, kami bisa menyiapkan diri,” kata Nur, Kamis (28/1/2021).

Selain itu, kegiatan yang akan dituangkan dalam program kerja Askab PSSI Bartim sesuai dengan event yang sudah direncanakan oleh Asprov PSSI Kalteng. Program yang disusun nantinya akan disesuaikan dengan kegiatan dari tingkat provinsi.

Menurut Nur, sementara ini fokusnya masih pada menyusun komposisi kepengurusan kemudian cara membina para pemilik hak suara dalam hal ini klub sepakbola serta rencana kemitraan dengan pihak mana saja, sehingga keberadaan Askab PSSI semakin kuat dan mudah diterima di kalangan masyarakat.

Sementara itu, sebagai induk organisasi olahraga yang membina sepak bola, Nur menilai pembinaan sepakbola di daerah Bartim sudah sangat familiar di kalangan masyarakat, namun sejauh ini memang untuk klub-klub sepak bola yang ada itu masih kebanyakan mandiri, dibina oleh perorangan dan keberadaannya sampai di pedesaan.

Askab PSSI dibawah kepemimpinannya akan mencoba mengupayakan agar klub sepak bola yang ada di Bartim dirangkul dan diberdayakan sehingga mereka bisa bernaung dibawah organisasi sepak bola. Klub yang menjadi anggota dan memiliki hak suara sebanyak 12, namun kurang lebih ada 50 klub sepak bola amatir di Bartim yang sering mengikuti setiap kali ada kejuaraan.

Terkait dengan fasilitas, Nur menilai banyak walaupun belum standar sesuai dengan aturan dari PSSI baru dipersiapkan oleh pemerintah kabupaten Bartim. Fasilitas yang ada juga masih dalam perawatan. Rencananya akan meminta izin kepada KONI Bartim sehingga fasilitas tersebut dapat digunakan.

Sekretaris Asprov PSSI Kalteng, H Elbadi Fardian mengatakan, kepengurusan baru perlu ada reorganisasi untuk penataan organisasi menjadi lebih baik. Asprov membuka diri untuk membagi ilmu baik dalam keorganisasian maupun dalam hal pengelolaan olahraga sepak bola.

“Kami open saja dalam hal untuk berbagi ilmu mengenai pengelolaan organisasi maupun sepak bolanya. Apalagi sekarang ini mainnya sudah informasi teknologi, jadi bukan biasa-biasa saja lagi, sudah berubah zamannnya dan kita harus menyesuaikannya,” imbuh H Doddy.

Dari data yang ada di Asprov, beberapa Askab yang tahun ini masa kepengurusannya akan berakhir, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur dan Gunung Mas. Disarankan untuk mencari calon ketua yang cinta terhadap olahraga sepak bola, memiliki komitmen untuk memberikan perhatian yang luar biasa terhadap olahraga sepak bola serta memiliki pengaruh yang kuat dalam melakukan sinergi dengan berbagai pihak. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas