MANTAN DIREKTUR PDAM KAPUAS DITAHAN

  • Whatsapp
MANTAN DIREKTUR PDAM KAPUAS DITAHAN
DITAHAN- Mantan Direktur PDAM Kapuas Widodo ditahan Kejati Kalteng karena diduga terlibat korupsi, Rabu (20/1/2021).  TABENGAN/ANDRE
iklan atas

*Kejaksaan Buru Tersangka Lain

 PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) menahan Widodo selaku mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas, Rabu (20/1/2021).

“Terkait penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Kapuas kepada PDAM Kapuas tahun 2016-2018. Kerugian negara sebesar Rp7.418.444.650,” ungkap Asisten Pidsus Kejati Kalteng Adi Susanto.

Kepada wartawan, Adi juga mengisyaratkan akan adanya tersangka lain dalam perkara tersebut. Widodo sendiri tampak santai dan beberapa kali menawarkan kesempatan kepada wartawan untuk mengambil fotonya sembari menuju mobil tahanan.

Adi Susanto yang didampingi Kasi Penyidikan, Kasi Penuntutan, Kasi Eksekusi dan Kasi Penkum menerangkan, tersangka terjerat Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU No 31/1999 dan subsider Pasal 3 ayat 1 jo Pasal 18 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, Widodo didampingi Penasihat Hukum Hary Setiawan dibawa aparat kejaksaan ke Rumah Tahanan Kelas IIA Palangka Raya. Adi menyebut, penahanan dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat proses penyidikan serta proses penuntutan.

“Kita tahan selama 20 hari sejak 20 Januari hingga 8 Pebruari 2021,” tutur Adi.
Latar belakang perkara bermula saat Widodo menjabat Direktur PDAM Kapuas periode 2016-2018. Pemkab Kapuas pada periode tersebut menyertakan modal untuk pengembangan jaringan distribusi air ke konsumen.

Muncul temuan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam perkara tersebut, antara lain bermodus menggunakan dana penyertaan modal Pemkab Kapuas untuk pengadaan perlengkapan atau peralatan sambungan air ke konsumen. Ternyata sejumlah alat seperti pipa air telah tersedia di gudang PDAM Kapuas, sehingga sebenarnya tidak diperlukan lagi pembelian perlengkapan atau alat baru.

Kepada penyidik, Widodo mengaku hanya menggunakan Rp150 juta dan dalam proses penyidikan telah menitipkan pengembalian uang kerugian negara Rp150 juta kepada pihak kejaksaan untuk nantinya dikembalikan ke kas negara.

“Tersangka juga mengungkap beberapa aliran dana. Kita masih mengembangkan penyidikan tersebut ke mana uang tersebut selain kepada yang bersangkutan,” beber Adi.

Dia mengaku tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang menikmati uang negara hasil korupsi tersebut.

“Doakan pada bulan Maret ada tersangka lainnya,” ucap Adi, mengakhiri percakapan. dre

iklan atas

Pos terkait

iklan atas