DAMPAK BANJIR KALSEL-Ongkos Angkut Sembako ke Palangka Raya Mahal

  • Bagikan
PANTAU HARGA- Disperindag Provinsi Kalteng bersama tim pemantau harga saat mengecek ketersediaan stok dan harga di Pasar Besar Palangka Raya , Senin (18/1/2021). ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Banjir yang menerjang wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) berdampak juga terhadap Kalimantan Tengah (Kalteng). Salah satunya, pasokan bahan pokok. Maklum, 80 persen masih dipasok dari provinsi tetangga tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng Aster Bonawati melalui Kepala Seksi Bahan Pokok, Bahan Penting dan Distribusi Isa Maliki menyampaikan, untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga, pihaknya bersama tim gabungan terjun langsung mengeceknya di sejumlah pasar, Senin (18/1).

“Kami tadi (Senin) ke lapangan untuk menanyakan ke pedagang-pedagang di Pasar Besar. Kendala mereka itu di jalur distribusinya saja, ongkos angkutnya jadi lebih mahal. Kalau untuk pasokan itu normal,” kata Isa.

Maksud berdampak pada distribusi, jelas Isa, lebih kepada biaya pengangkutan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada saat sebelum terjadi banjir, biaya pengangkutan dari Banjarmasin ke Palangka Raya Rp1,2 juta kini naik menjadi Rp1,8 juta sampai Rp2 juta.

Naiknya ongkos angkut ini  karena masih harus menggunakan feri penyeberangan. Biaya satu kali penyeberangan feri Rp300 ribu. Disperindag Kalteng sudah koordinasi juga Disperindag Kalsel mengenai jalur distribusi ke Kalteng. Mereka masih mengecek di lapangan karena informasi dari pedagang, penyeberangan menggunakan kapal feri. Kemudian para sopir juga mengurangi muatan, sebelumnya muatan sampai 9 ton tapi karena banjir itu jadi maksimalnya hanya 5 ton.

Sebelumnya, untuk pengangkutan, apabila berangkatnya malam dari Banjarmasin, maka siang harinya sudah sampai di Palangka Raya. Kalau sekarang ini para pedagang besar mengakui pengangkutan lebih lama, bahkan  sudah pesanan 4 hari sampai sekarang belum datang.

Entah terkendala antre di feri penyeberangan atau jalur pengangkutannya memutar lebih jauh menghindari banjir, pihaknya masih belum ketahui. Jalan masih tergenang banjir para sopir takut karena dengan muatan banyak, terus jalan digenangi air sehingga tidak dapat melihat jalan berlubang akibatnya bisa terbalik.

“Tadi kami tanyakan kalau untuk harga seperti gula, tepung terigu, telur itu naik paling 50 sampai 100 rupiah. Jadi tidak terlalu berdampak dan stok masih aman,” kata Isa.

Sementara itu, kebutuhan pokok lainnya seperti ayam sementara ini masih aman saja, belum berdampak karena dipasok oleh peternak yang ada di sekitar Palangka Raya, sehingga harganya masih relatif stabil, namun dari Banjarmasin tidak ada yang mengirimnya sama sekali. Hanya saja, kendala sekarang itu untuk pakannya.

Masih menurut Isa, agar pasokan tetap lancar, sub distributor di Palangka Raya mulai mengambil langkah pengiriman dari Surabaya tidak lagi melalui Pelabuhan Trisakti di Banjarmasin, tetapi langsung ke pelabuhan di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim). Namun, berapa harganya sampai ke pasaran nanti Disperindag masih belum diketahuinya karena ini pertama kalinya dilakukan pihak distributor.

“Untuk bahan pokoknya ini biasanya ada yang memang pengiriman dari Surabaya terus transit di Trisakti kemudian ke Palangka Raya. Misalnya bawang merah, bawang putih dan cabai. Tapi ada juga yang langsung diambilnya di Banjar karena stoknya ada gula, tepung terigu lewat Banjarmasin diambilnya,” imbuh Isa. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *