Lengan Pegal Usai Disuntik

  • Whatsapp
Lengan Pegal Usai Disuntik
VAKSIN – Sejumlah Pejabat Pemprov Kalteng, Kapolda Kalteng, Danrem 102/Pjg serta Unsur Forkopimda Kalteng melaksanakan penyuntikan Vaksin Covid-19 di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis (14/1/2021) TABENGAN/YULIANUS
iklan atas

**Vaksinasi Perdana di Kantor Gubernur Lancar

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Vaksinasi Covid-19 resmi dimulai di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (14/1) pagi. Meskipun hujan, tidak menghambat pelaksanaan kegiatan seremonial yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalteng pada pukul 08.30 WIB itu.

Hadir 10 orang yang mendapat kesempatan suntikan vaksin, di antaranya Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri, Ketua DPRD Kalteng Wiyatno, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo, Komandan Korem 102/PJG Brigjen TNI Purwo Sudaryanto.

Kemudian Kadinkes Kalteng dr Suyuti Syamsul, Sekretaris MUI Kalteng Bulkani, Kepala BPOM di Palangka Raya Leonard Duma, Direktur RSUD dr Doris Sylvanus drg Yayu Indriaty dan Ketua IDI Wilayah Kalteng dr Mikko U Ludjen. Vaksinasi ini disiarkan langsung melalui media sosial Multi Media Center (MMC) Kalteng.

Fahrizal Fitri mendapat kesempatan pertama vaksinasi mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng yang tidak bisa diberikan vaksin karena sudah pernah terkonfirmasi positif dan dinyatakan sembuh. Hal ini sesuai dengan salah satu syarat yang ada di Juknis Kemenkes RI.

Sebelum divaksinasi, Fahrizal terlebih dahulu mengikuti tahapan pemeriksaan. Di meja pertama, pemeriksaan suhu tubuh dan tensi darah. Setelah itu ke meja kedua menandatangani surat siap divaksinasi. Kemudian meja ketiga untuk divaksinasi, setelah itu menunggu sampai 30 menit untuk memantau kejadian ikutan setelah penyuntikan. Selanjutnya ke meja keempat untuk mendapatkan kartu sebagai bukti sudah divaksin.

Penyuntikan vaksin perdana berjalan lancar. Setelah Sekda, giliran Ketua DPRD Kalteng, diikuti Kapolda Kalteng. Pada pemeriksaan pertama, tensi sempat tinggi sehingga tidak langsung disuntik vaksin. Kurang lebih 10 menit kemudian, kembali diperiksa tensi darah dan normal, sehingga bisa divaksin.

Sementara, Danrem 102/PJG dalam skrining kondisinya sehat sehingga bisa divaksin. Begitu juga dengan Kadinkes Kateng, Direktur RSUD dr Doris Sylvanus dan Sekretaris MUI Kalteng.

Namun, 2 orang peserta vaksinasi, Ketua IDI Kalteng dr Mikko U Ludjen dan Kepala BPOM di Palangka Raya Leonard Duma tidak bisa divaksin karena dari hasil pemeriksaan tensi kedua orang tersebut tinggi.

Alhamdulillah semua tahapan tadi saya ikuti semua. Saya tidak merasa sakit saat divaksin. Seperti digigit semut, tidak tahu kalau saya sudah selesai disuntik,” kata Fahrizal, ketika menyampaikan testimoni usai divaksin.

Senada, Ketua DPRD Kalteng Wiyatno mengaku perasaannya biasa saja saat disuntik vaksin. Informasi yang selama ini didengar ternyata tidak benar, setelah diskrining dan dinyatakan lulus kemudian dirinya divaksin. Pada saat disuntik tidak ada rasa sakit dan biasa saja.

“Tekanan darah saya normal dan saya lolos skrining. Pada saat disuntik vaksin biasa saja, perasaan saya biasa saja, seperti yang selama ini saya dengar ternyata tidak seperti itu. Tidak ada rasa apapun,” ungkap Wiyatno.

Sekretaris MUI Kalteng Bulkani menyatakan, MUI memberikan apresiasi terhadap kegiatan vaksinasi ini. Vaksin dinyatakan halal dan suci dan sudah ada sertifikasi halal. Tidak ada rasa sakit pada saat divaksin, dan membuktikan bahwa vaksin tersebut benar-benar aman digunakan, sehingga masyarakat tidak perlu menolaknya. Vaksinasi merupakan salah satu solusi untuk memutus mata rantai penularan Covid sehingga semua bisa beraktivitas kembali.

Direktur RSUD Doris Sylvanus dr Yayu Indriaty juga orang yang dinyatakan lulus dari skrining dan mendapatkan vaksin. Ia mengaku lengan sebelah kiri yang menjadi tempat suntik vaksin terasa pegal, namun tidak lama. Rasa pegal hilang setelah tangannya digerakkan.

“Jadi pada saat disuntik di lengan sebelah kiri agak pegal sedikit sekitar 1 sampai 2 menit, tapi saya gerak-gerakkan sudah hilang. Tapi itu wajar karena dimasukkan cairan 0,5 mili, tapi hanya sebentar,” tutur Yayu.

Pengakuan serupa juga disampaikan Kadinkes Kalteng Suyuti Syamsul.  Dia mengaku tidak merasakan apa-apa saat disuntik, justru lebih sakit saat dicubit. Setelah suntik 30 menit, kemudian dipantau efek sampingnya, namun semua baik-baik saja. Ada dua yang tidak disuntik vaksin karena memang tidak memenuhi syarat.

“Nanti suntikan keduanya tanggal 28 Januari, jadi jeda waktunya 14 hari setelah suntik pertama. Jadi satu orang itu harus nanti divaksinasi 2 kali,” jelas Suyuti.

Sementara itu, mereka yang tidak jadi divaksin pada saat seremonial ini, nanti bisa divaksin di kemudian hari yang dilaksanakan secara massal untuk tenaga kesehatan. Jadi yang suntik saat itu hanya 8 orang. Meskipun sudah divaksin tetap menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak karena masih bisa terpapar sampai terjadi kekebalan imunitas sampai tingkat kelompok.

 

Ajak Masyarakat

Sebelumnya, Wakil Gubernur Provinsi Kalteng Habib Ismail Bin Yahya saat membuka langsung kegiatan vaksinasi tersebut mengajak seluruh tokoh agama maupun masyarakat untuk memberikan imbauan positif terkait vaksin Covid-19.

“Mari bersama-sama kita menghalau isu-isu negatif atau informasi yang meresahkan soal vaksin ini. Tokoh agama, masyarakat dan lainnya bisa memberikan bimbingan serta ajakan yang menyejukkan terkait betapa pentingnya vaksin bagi publik,” ujar Habib, mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

Yang terpenting, katanya lagi, imbauan disampaikan kepada masyarakat agar bisa menerima vaksin penanggulangan Covid-19 ini. Tidak menyebarkan berita bohong atau tidak bertanggung jawab, sehingga membuat takut masyarakat untuk vaksinasi. Padahal, faktanya vaksin yang ada sudah aman dan halal.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K Eko Saputro mengatakan, ikutnya Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam vaksinasi diharapkan menjadi motivasi kepada seluruh masyarakat, terutama warga Kalteng yang masih ragu akan keamanan dari vaksin Sinovac.

“Vaksin yang disuntikkan sudah melalui proses pemeriksaan dan terjamin keamanannya dan halal. Vaksinasi harus kita lakukan untuk membentuk imun tubuh agar terhindar dari Covid-19. Kepada seluruh masyarakat agar jangan takut, jangan ragu untuk menerima vaksinasi dari pemerintah,” imbaunya.  yml/drn/fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas