Musim Hujan, Usaha Pencucian Mobil Turun Omset

  • Whatsapp
Musim Hujan, Usaha Pencucian Mobil Turun Omset
PENCUCIAN MOBIL-Suasana tempat usaha pencucian mobil RCM Car Wash terlihat sepi, Rabu (13/1/2021).Foto: TABENGAN/DANIEL
iklan atas

EKONOMI DAN BISNIS PALANGKA RAYA

PALANGKA RAYA-Hujan yang terus mengguyur Kota Palangka Raya beberapa hari ini, mempengaruhi omset usaha kecil masyarakat, salah satunya usaha cuci mobil dan motor di Kota Palangka Raya.

Nurdin pengelola RCM Car Wash dibilangan Jalan Seth Adji mengaku sepanjang hari, Rabu (13/1/2021), sejak buka pagi hingga pukul 11.00 WIB, hanya ada 4 unit mobil yang datang untuk di cuci.

“Hujan begini sepi, mereka pasti berpikir percuma kalau dicuci di tempat pencucian. Pemborosan namanya,” bebernya saat dibincangi Tabengan.

Padahal, jika cuaca kondusif mobil-mobil yang memerlukan jasa pencucian hingga lebih dari 20 unit.  Dirinya berharap di week end nanti cuaca baik dan banyak mobil yang berdatangan untuk di cuci.

“Kalau paling banyak itu Sabtu-Minggu banyak orang yang datang cuci mobil. Kalau hujan begini sepi. Jika pun ada hanya karena dalamnya kotor,” imbuhnya.

Dia menuturkan, RCM juga menerima pencucian sepeda motor. Biaya pencucian untuk Mobil Rp40.000 sedangkan motor Rp20.000-Rp30.000, tergantung jenis motornya.

 Hal serupa juga dirasakan oleh Bilqis D’Car Wash. Mama Tasya mengatakan jika cuaca terus menerus hujan pendapatannya bisa turun sampai 50 persen lebih.  Sementara bila cuaca cukup cerah, 80 mobil biasa datang untuk dicuci.

Di Bilqis D’Car Wash biaya pencucian dibandrol Rp45.000 dan jenis Fortuner Pajero Rp50.000.  Sedangkan sepeda motor Rp15.000, motor besar Rp20.000 dan jenis trail Rp35.000.

Begitupun Zakharia, dari tempat pemcucian mobil  Obi Car Wash. Dia juga mengatakan hal serupa. Hingga tengah hari, Rabu (13/1) hanya 4 mobil. Padahal jika tidak hari hujan, setidaknya sekitar 25 mobil setiap harinya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas