Vaksinasi Presiden Jokowi Mempengaruhi Pergerakan IHSG

  • Bagikan
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kalteng, Stephanus Cahyanto Kristiadi, Bernanto dari Phintraco Securitas dan Pengamat dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya (UPR), Fitria Husnatarina dan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Usai tayangan proses vaksinasi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), membawa sentimen positif bagi pergerakan harga saham.  Hal tersebut diakui oleh Bernanto dari Phintraco Securitas.

“Hari ini market langsung merespon positif,” ujarnya kepada Tabengan, beberapa jam setelah tayangan tersebut, Rabu (13/1/2021).

Dikatakannya pula bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi naik di sesi 1.  Kenaikan tersebut  0.52 persen sehingga menjadi 6428. Dimana nilai transaksi sampai sesi 1 senilai Rp15 triliun dan investor asing melakukan pembelian bersih Rp510 miliar.  Begitu pula dengan saham-saham non farmasi naik semua, terutama sektor konstruksi dan komoditas.

Sementara itu, kenaikan IHSG tersebut juga dikonfirmasi oleh Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kalteng, Stephanus Cahyanto Kristiadi (Cahyo). Dikatakan, pada penutupan sesi 1 IHSG ditutup naik 0.52 persen. Namun demikian saham-saham farmasi (INAF, KAEF, KLBF, IRRA) mengalami penurunan setelah mengalami rally menunggu vaksin mulai disuntikkan.

Di sisi lain Cahyo mengatakan, kenaikan di sesi 1 hari ini ditopang saham-saham sektor pertambangan yang dipicu oleh kenaikan harga-harga komoditas di dunia.

“Di sesi 1 juga investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp510.84 miliar. Untuk sektor pertambangan, kenaikan saham-saham Batubara dipicu naiknya harga jual acuan Batubara dunia,” ujarnya.

Cahyo juga  menambahkan, 5 saham yang menjadi Top Gainers (saham-saham yang mengalami kenaikan paling tinggi) antara lain; MEGA (11.16 persen), IBST (19.44 persen), INKP (8.57 persen), TKIM (7.16 persen), ITMG  (4.08 persen).

Selain itu, saham-saham yang mengalami Top Losers (saham-saham yang mengalami penurunan paling banyak) antara lain; INAF (-6.81 persen), KAEF (-6.81 persen), MAYA  (-3.97 persen), IRRA (-6.76 persen), BBCA  (-0.63 persen), ANTM  (9.39 persen), BRIS (1.60 persen), IRRA (-6.76 persen), KAEF  (-6.81 persen), KLBF (-6.25 persen).

Dilain tempat, Pengamat dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya (UPR), Fitria Husnatarina berkomentar bahwa proses vaksin Presiden RI Jokowi, secara langsung membuka sentimen positif dipergerakan harga saham. Karena inti dari proses ini adalah sebuah pembuktian (proses membangun trust) bahwa Indoneisa siap untuk menghadapi aktivitas-aktivitas perekonomian yang lebih baik dan menjanjikan ke depan.

Namun perlu di garis bawahi ujarnya, wait and see masih berlaku dikalangan yang kontra. Indonesia  masih perlu banyak strategi lagi untuk membangun trust secara global. Jadi pola-pola pergerakan ekonomi ke depan baik yang masuk golongan trust atau tidak trust akan tetap mengikuti pola pasar global.

“Saran saya, sikapi dengan bijak, berargumentasi panjang akan memperlambat kita memasuki era kenormalan perekonomian baru (terlepas vaksin ini dikaitkan dengan doktrin-doktrin, yang membuat kita berpikir keras tentang hubungan kita dengan Tuhan),” tandasnya. dsn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *