Soal Vaksin, Utamakan Pendekatan Persuasif

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Suyuti Syamsul
iklan atas

Suyuti: Menghalangi, Ada Hukuman Penjara dan Denda

 PALANGKA RAYA– Ada satu tantangan yang akan dihadapi dalam memerangi wabah virus Corona (Covid-19) setelah hadirnya vaksin, yaitu kekhawatiran adanya sebagian masyarakat yang menolak untuk disuntik vaksin dengan berbagai macam alasan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Suyuti Syamsul menyampaikan, akan melakukan sosialisasi dan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat agar mau disuntik vaksin Covid-19 demi kepentingan bersama.

Menurut Suyuti, tidak perlu lagi membuat peraturan daerah (Perda) karena sudah ada undang-undangnya bagi yang menghalangi upaya pencegahan wabah, salah satunya pemberian vaksin.

“Kami persuasif untuk kepentingan bersama. Pastinya menurut undang-undang ada sanksinya bagi yang menghalangi upaya pencegahan dan penanganan wabah. Sanksinya ada hukuman kurungan atau denda, kami merujuk saja ke sana, tapi penindakan bukan wilayah Dinkes,” kata Suyuti, Kamis (7/1).

Dijelaskan, Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 berbunyi barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1 juta.

Mengenai efektivitas dari vaksin, menurut Suyuti, kalau sudah ada izin dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), berarti secara ilmiah sudah terbukti efektivitasnya maupun keamanannya. Dalam dunia kesehatan itu bekerja berdasarkan fakta-fakta ilmiah bukan asumsi.

Menurut Suyuti, memang ada kontra indikasi, berdasarkan buku petunjuk teknisnya ada 16 dan itu sudah melalui kajian ilmiah, sehingga di daerah hanya mengikuti petunjuk.

Kontra indikasi itu ada yang mutlak (absolute) dan ada juga yang hanya sementara. Misalnya, syarat mutlak untuk orang yang tidak lagi suntik vaksin, yang pernah terpapar Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh. Kalau yang sementara saja, misalnya ibu menyusui dan ibu hamil. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas