8 Januari, Vaksin Didistribusikan ke Daerah

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr H Suyuti Syamsul

PALANGKA RAYA– Kalimantan Tengah sudah menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac sebanyak 14.680 dosis pada Selasa (6/1), dan disimpan di gudang khusus penyimpanan vaksin milik Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng sebelum disalurkan ke kabupaten dan kota di Kalteng. Vaksin ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang bekerja merawat pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr H Suyuti Syamsul melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Ayonni Rizal menyampaikan, selanjutnya vaksin ini akan didistribusikan ke 13 kabupaten 1 kota pada 8-12 Januari 2021 sesuai dengan jumlah tenaga kesehatan setiap daerah (lihat tabel).

“Nanti akan dibagi per kabupaten dan kota berdasarkan masukan jumlah tenaga kesehatannya yang sampai pada sistem informasi sumber daya manusia kesehatan di pusat. Ini sebagai dasar untuk menetapkan berapa jumlah vaksin yang akan kita terima dan diberikan ke tenaga kesehatan,” kata Ayonni, Rabu (6/1).

Ayonni menjelaskan, vaksin Covid-19 ada prosedur penyimpanannya sehingga tidak rusak sebelum digunakan. Vaksin disimpan di tempat yang khusus karena stabilitasnya belum tahu lantaran masih baru, tetapi pengujian yang ada selama ini keamanannya harus disimpan di suhu dengan temperatur 2-8 derajat Celsius di cold room.

Petugas kesehatan secara berkala mengecek temperatur suhu untuk tetap menjaga stabilitas dan mutu vaksinnya tetap terjaga. Kalau suhunya di bawah 2 derajat atau naik di atas 8 derajat, maka vaksin akan rusak. Berbeda dengan vaksin lain yang disimpan di luar suhu temperaturnya, masih bisa dipakai karena rentang keamanannya sudah diketahui.

Begitu juga pada saat pengiriman ada prosedurnya. Vaksin akan diangkut menggunakan truk khusus mengangkut vaksin dan mobil box yang suhunya sudah diatur sesuai dengan ketentuan penyimpanan vaksin. Bahkan, sebelumnya sudah melakukan simulasi temperatur dengan menghitung jarak tempuh dan ketahanan suhu.

Dinkes Kirim 5 Fasilitator

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, vaksin memang datang tapi tetap menunggu izin BPOM untuk penggunaannya. Sekarang ini, Dinkes Kalteng telah mengirim 5 fasilitator vaksin yang akan bertugas melakukan vaksinasi dan memberikan pelatihan kepada petugas medis yang ada di kabupaten dan kota.

Pada dasarnya, kata Suyuti, vaksinasi bukanlah hal baru bagi tenaga medis. Hanya saja, karena ini baru, maka perlu dilakukan penyegaran. Tim sebanyak 5 orang yang dikirim ini pada dasarnya sudah memahami dan menguasai tata cara vaksinasi umumnya. Meski demikian, Dinkes Kalteng hanya mengikuti apa yang menjadi petunjuk dari Kemenkes.

“Vaksin Coronavac berbasis inactivated virus atau virus yang tidak aktif. Metode ini sudah dikenal selama ratusan tahun, tepatnya sejak adanya vaksin rabies, dan terbukti manjur melindungi diri dan mengeradikasi penyakit menular. Bukti lainnya, vaksin polio dibuat dengan metode ini dan menyelamatkan jutaan anak dari risiko lumpuh dan kehilangan masa depan,” kata Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kalteng ini, Rabu. yml/ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *