Proyeksi Ekonomi Kalteng 2021 Cukup Baik

  • Whatsapp
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng Tengah, Yudo Herlambang, Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dan Pengamat Ekonomi dan Dosen Ekonomi Universitas Palangka Raya, Fitria Husnatarina
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Memasuki 2021 para pengamat ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng)  cukup optimis dengan kondisi ekonomi Kalimantan Tengah. Sekalipun pandemi Covid-19 belum sirna, tetapi para pengamat menyatakan ada pergerakan positif terhadap ekonomi lokal.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang,  saat dikonfirmasi Tabengan, Minggu (03/01/2021) mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang cukup berat bagi seluruh sektor serta masyarakat pada umumnya. Aktivitas terbatas, (karena memang sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19) mengakibatkan permintaan turun.

Turunnya permintaan mengakibatkan produksi juga turun dan investasi melambat. Sehingga perekonomian mengalami penurunan, bahkan negatif.

Namun demikian, pada triwulan III-2020, meskipun ekonomi Kalimantan Tengah khususnya masih negatif, tetapi jika ditilik lebih lanjut pertumbuhan secara triwulanan menunjukkan pertumbuhan positif, 1,69 persen (qtq) pada triwulan III-2020. Nah ini menjadi tanda-tanda adanya perbaikan sampai akhir tahun 2020.

“Masih menunggu rilis BPS,” tuturnya.

Selain itu, sejak hari raya Idul Fitri sampai saat ini, aktivitas masyarakat sudah mulai bergerak (meningkat). Data  mobilitas masyarakat dari google juga menunjukkan hal yang sama, adanya pergerakan yang lebih dibandingkan dengan kondisi awal2 pandemi.

“Pada tahun 2021, kami melihat perekonomian kita lebih baik dan perlu dibarengi dengan optimisme dari semua pihak, tanpa kecuali dari masyarakat bawah sampai pejabat tinggi yang didukung kekuatan komunikasi media. Menciptakan suasana yang kondusif, saling mendukung/tanpa mencela serta berita-berita positif semakin dapat mendorong pemulihan yang lebih baik,” imbuhnya.

Selain itu, seperti diketahui bersama bahwa negara-negara partner dagang juga mulai stabil yang berdampak juga pada ekspor kesana. Sedangkan dari sisi domestik, didorong dengan mobilitas masyarakat yang meningkat, secara otomatis akan memperbaiki sektor konsumsi rumah tangga. Termasuk dengan program Food estate, apabila ini lancar  akan meningkatkan sektor pertanian Kalimantan Tengah.

Namun demikian, perlu diingatkan kepada masyarakat, potensi pemulihan ekonomi ini perlu disambut dan tidak akan dapat tercapai apabila tidak ada bekerjasama semua pihak.

Salah satunya yaitu menciptakan situasi yang kondusif dan yang paling penting adalah penerapan protocol kesehatan Covid-19, dimana pun dan kapan pun serta pada saat apapun, meskipun vaksin nanti telah diterapkan.

“Itu merupakan kondisi prasyarat yang harus kita pahami dan penuhi bersama,”

Sementara itu, Kepala BPS Kalimantan Tengah, Eko Marsoro, Senin siang mengatakan, proyeksi 2021 ini sektor pertanian masih bisa terus dikembangkan baik dari segi pemanfaatan lahan dan peningkatan produksi pangan mengingat dari segi pemicu inflasi yang terus bergejolak adalah kelompok bahan makanan, karena ketersediaan bahan makanan dan banyak komoditas yang masih bergantung dari luar provinsi.

Selanjutnya, di sektor akomodasi/pariwisata diperkirakan masih akan terpengaruh pandemi Covid-19. Awal tahun 2021 pandemi covid kembali meningkat dan pemerintah menerapkan aturan pembatasan WNA masuk indonesia. Tentu hal tersebut akan berpengaruh pada kunjungan wisatawan asing ke fasilitas akomodasi maupun pariwisata.

Sektor pengangkutan, pada angkutan laut, lalu lintas penumpang dan barang sudah mulai membaik, namun untuk angkutan udara masih akan terpengaruh pandemi Covid-19, terlebih harga tiket dari pantauan harga konsumen naik.

Dan selanjutnya pada sektor pertambangan masih menjadi andalan ekspor Kalteng, dari nilai ekspor kumulatif Januari-November 2020, pertambangan bijih zircon dan lain-lain masih mengalami peningkatan, semntara komoditas unggulan lain justru mengalami penurunan.

Dilain tempat, pengamat ekonomi dan dosen ekonomi Universitas Palangka Raya, Fitria Husnatarina mengatakan bahwa di 2021 ini, sektor yang paling berpotensi paling besar adalah sektor pertanian dan perkebunan, sektor ini menjadi primadona karena ada induksi program nasional food estate dan sektor lainnya adalah sektor perdagangan, serta aktivitas sektor real lainnya.

“Yang menarik adalah kemungkinan besar munculnya aktivitas-aktivitas bisnis lainnya sebagai multiflyer effect dari program nasional food eatate, dan dalam 1 tahun kedepan dapat dipastikan minat investasi akan banyak berdatangan ke Kalimantan Tengah, variasi bisnis akan sangat beragam,” tandasnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas