ANTISIPASI SERANGAN BUAYA- Jangan Buang Sampah ke Sungai

  • Whatsapp
ANTISIPASI SERANGAN BUAYA- Jangan Buang Sampah ke Sungai
MELUBER- Sampah di pinggir Sungai Mentaya di Kecamatan Baamang, Kotim terlihat berhamburan, kemarin. TABENGAN/MAYA SELVIANI
iklan atas

SAMPIT/TABENGAN.COM – Mengantisipasi kemunculan ataupun adanya lagi serangan dari buaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau warga agar tidak membuang sampah ke sungai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kotim Ahmad Sarwo Oboi mengatakan perilaku masyarakat yang masih suka membuang sampah ke sungai nyatanya memancing binatang predator air itu muncul ke permukaan.

“Apalagi yang dibuang merupakan sampah yang berasal dari bangkai atau binatang unggas yang menimbulkan bau. Itu akan memancing buaya untuk datang, tentunya hal ini sangat berbahaya bagi masyarakat yang berada di pinggiran sungai,” ujarnya, Senin (04/01/2021).

Ia juga mengimbau kepada warga yang memiliki rumah yang posisinya langsung berbelakangan dengan sungai, agar dapat mengelola sampah rumah tangganya dengan baik dan tidak asal membuang sampah ke sungai. Sebab aroma sampah rumah tangga seperti perut ikan, air cucian daging atau aroma amis lainnya akan memancing buaya muncul dan mendekat ke permukiman warga.

Selain itu, ia juga meminta supaya beberapa pengelola rumah makan yang membuka tempat usaha di pinggir sungai, hendaknya juga dapat mengelola sampah bekas makanan dengan baik, yakni memiliki tempat khusus.

Setiap rumah makan, khususnya yang berada di pinggir sungai, juga harus memerhatikan kebersihan sungai. Jangan sampai para pengelola rumah makan tidak mengelola sampah dan limbah bekas makanan dengan baik dan hanya memikirkan keuntungannya. Pihak rumah makan juga harus memberikan arahan kepada pegawainya untuk jangan membuang bekas makanan langsung ke air sungai. Dikhawatirkan pembuangan bekas makanan tersebut dapat merusak ekosistem yang berada di sungai.

“Ini harus menjadi perhatian. Boleh saja kita membuka usaha, tapi harus diperhatikan betul jangan sampai sampahnya tidak terkelola, apalagi kalau sampai-sampai mencemari sungai,” tuturnya. c-may

iklan atas

Pos terkait

iklan atas