Narkoba Dominasi Tindak Pidana di Kalteng 2020

  • Bagikan
RILIS AKHIR TAHUN- Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan saat menyampaikan rilis akhir tahun 2020. TABENGAN/FERRY WAHYUDI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Tindak pidana narkoba masih mendominasi jumlah tindak pidana yang ditangani Polda Kalteng bersama Polres jajaran sepanjang 2020. Dari pengungkapan yang dilakukan sepanjang tahun, tercatat terdapat 607 jumlah tindak pidana narkoba dari 2.632 total tindak pidana yang ditangani Polda Kalteng dan Polres jajaran.

Menurun jika dibandingkan dengan periode lalu yang mencapai 657 kasus. Di peringkat kedua jumlah tindak pidana terbanyak diikuti pencurian dengan pemberatan (curat) dengan 371 kasus, sedikit meningkat dari periode lalu dengan 263 kasus. Terakhir disusul kasus penggelapan dengan 168 jumlah tindak pidana.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, jika dikategorikan berdasarkan kelompok kejahatan, terdapat 1.871 kasus kejahatan konvensional. Naik 11 persen jika dibandingkan 2019 dengan 1.691 kasus.

Kejahatan transnasional turun 3 persen sebanyak 656 kasus dibandingkan 2019 lalu dengan 674 kasus. Lalu kejahatan merugikan negara turun 50 persen dengan 90 kasus dibandingkan 2019 yakni 179 kasus. Terakhir kejahatan berimplikasi kontijensi sepanjang 2020 turun mengalami penurunan sebanyak 50 persen dengan 15 kasus dibandingkan 2019 dengan 97 kasus.

“Pengungkapan kasus menonjol telah dilakukan Polda Kalteng dan Polres jajaran sepanjang 2020, seperti membongkar praktik kecantikan ilegal, tindak pidana perlindungan konsumen pengoplosan beras biasa menjadi premium, menggagalkan peredaran kartu registrasi bodong yang menggunakan data kependudukan orang lain, serta menangkap pelaku penyebar ujaran kebencian di media sosial,” tuturnya dalam rilis akhir tahun, Selasa (29/12).

Memasuki Tahun Baru, lanjut Hendra, Polda Kalteng juga telah memprediksi kerawanan kamtibmas yang kemungkinan terjadi pada 2021. Di antaranya penyebaran Covid 19 yang diperkirakan akan terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan masih banyaknya kontak erat terkonfirmasi positif yang belum dilakukan tracing (pelacakan). Ditambah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap Covid-19, sehingga mengabaikan protokol kesehatan.

Kemudian terkait kebakaran hutan dan lahan akibat masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara dibakar pada musim kemarau. Dilanjutkan penggunaan media sosial yang tidak bijak dan penggunaan media sosial sebagai sarana provokasi.

Terakhir, jelas dia, luasnya wilayah Kalteng akan dimanfaatkan simpatisan teroris untuk tempat pelarian dan penyebaran paham radikal.

“Polda Kalteng terus berkomitmen untuk mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19, di antaranya dengan mengoperasionalkan mobile PCR sebagai bentuk percepatan penanganan Covid-19, meresmikan Laboratorium Dhira Brata sebagai tempat PCR penanggulangan Covid-19, mengadakan rapid test massal di seluruh wilayah dan membagikan masker kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Hendra juga menyampaikan, Polda Kalteng dan Polres jajaran turut mendapatkan penghargaan dari sejumlah institusi dan lembaga sepanjang 2020. Kemudian memberikan penghargaan kepada personel yang berprestasi dan mendapatkan hukuman.

“Sepanjang 2020 ini ada 13 personel yang dilakukan PTDH, baik karena disersi maupun tersandung masalah narkoba,” urainya. fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *