Bandar Narkoba Bersenjata Api Rakitan Ditangkap

  • Bagikan
RILIS - Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, didampingi Kasubdit I Ditresnarkoba, AKBP M Fadli saat menggelar rilis pengungkapan kasus narkoba, Selasa (29/12/2020). ISTIMEWA
  • Dua Orang Diringkus Polisi

PALANGKA RAYA – Penghujung tahun 2020, Ditresnarkoba Polda Kalteng kembali meringkus dua pengedar narkotika jenis sabu beromset puluhan juta rupiah. Cukup mengagetkan, dari salah satu tersangka petugas turut mengamankan sepucuk senjata api rakitan jenis pistol disertai empat butir peluru aktif.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap Lili alias Bro (42), warga Jalan Sampang, Kecamatan Sepang Simin, Kabupaten Gunung Mas. Pelaku ditangkap petugas di Desa Tangkahen, tepatnya di lokasi tambang emas Habungen, Kecamatan Banama Tingang, Pulang Pisau, Kamis (24/12/2020) malam.

Dari penangkapan tersebut disita 19 paket sabu seberat 10,04 gram, uang tunai Rp1 Juta, bong sabu dan 47 pipet kaca, sepucuk senjata api rakitan jenis pistol dan empat butir peluru.  Berdasarkan hasil pemeriksaan, Lili alias Bro mendapat sabu dengan membeli dari seorang pria berinisial HR yang ada di Palangka Raya.

Tersangka membeli dua kantong sabu seberat 10 gram seharga Rp19 juta. Sabu kemudian dipecah menjadi paket kecil dan dijual kepada para penambang emas di daerah Pulang Pisau dan Gunung Mas. Aksi tersebut ternyata sudah dilakukan sebanyak dua kali selama ini dengan pembelian sabu melalui HR yang kini masih dalam pengejaran.

Penangkapan kedua dilakukan terhadap Hartommy (36) di pinggir Jalan Jati Ujung, Komplek Perumahan Griya Jati  Asri, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Senin (28/12/2020) siang. Dari tangan tersangka diamankan satu paket narkotika jenis sabu dengan berat 47,70 gram dan sepeda motor yang digunakan untuk bertransaksi.

Hasil pemeriksaan, Hartommy mendapatkan tawaran melalui hubungan komunikasi handphone dari pria berinisial HD yang diduga seorang napi di Lapas Palangka Raya untuk menjualkan sabu dengan harga Rp7,5 juta. Sabu lalu diambil oleh tersangka di tempat yang telah ditunjukkan oleh HD. Apabila sabu tersebut laku terjual maka tersangka dijanjikan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 20 juta.

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, terkait kepemilikan senjata api rakitan oleh tersangka Lili alias Bro, penyidik masih melakukan pendalaman. Dari pemeriksaan terungkap jika senjata api tersebut dibeli dari seseorang pada 2018 lalu.

“Pengakuannya belum pernah dipakai, namun masih kita cek karena senjata ini berbahaya dan mematikan jika disalahgunakan,” tegasnya didampingi Kasubdit I Ditresnarkoba AKBP M Fadli, Selasa (29/12) siang.  Atas perbuatan kedua tersangka, penyidik menerapkan PAsal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *