Bayi Beruang Madu Telantar di Tepi Hutan

  • Bagikan
TELANTAR- Dua ekor bayi beruang madu saat dievakuasi petugas BKSDA Pos Jaga Sampit. ISTIMEWA

SAMPIT/TABENGAN.COM- Dua bayi beruang madu yang telantar di pinggir hutan ditemukan oleh Ridho, warga Desa Kapuk, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dua ekor bayi beruang madu tersebut kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit.

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah mengungkapkan, bayi beruang madu tersebut diperkirakan baru berumur kurang dari 1 pekan dan kondisinya dalam keadaan sehat.

“Dua ekor bayi beruang tersebut sudah kami bawa ke SKW II Pangkalan Bun, setelah dilakukan serah terima dengan warga yang menemukannya. Nantinya pada saat tiba di Pangkalan Bun akan dilakukan pemeliharaan,” ujar Muriansyah, Selasa (28/12/2020).

Muriansyah menjelaskan, kedua bayi beruang itu ditemukan berada di tepian hutan daerah Desa Kapuk. Karena kasihan, warga tersebut mengambilnya dan membawanya ke Sampit untuk diserahkan ke BKSDA.

“Kondisinya dalam keadaan baik dan tidak mengalami hal-hal yang membahayakan bagi hewan tersebut. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli dengan satwa dilindungi, hingga menyerahkan kepada pihak BKSDA,” ungkapnya.

Beruang madu termasuk satwa yang dilindungi. Binatang ini keberadaannya di Kabupaten Kotim semakin langka, karena habitat hidupnya semakin berkurang. c-arb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *