NATAL DISBUDPAR KALTENG- Sukacita Ibadah Natal Dalam Kesederhanaan

  • Bagikan
Keluarga Besar Disbudpar Kalteng merayakan ibadah Natal secara sederhana dan menerapkan protokol kesehatan, mengingat sekarang masih dalam pandemi Covid-19. DEDY

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalimantan Tengah (Kalteng) tetap merayakan ibadah Natal, kendati dalam kondisi pandemi Covid-19. Bedanya, Natal yang dirayakan Disbudpar Kalteng dilakukan dengan sangat sederhana dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tidak seperti perayaan Natal pada umumnya, Natal Disbudpar Kalteng hanya diikuti sebanyak 15 orang dan hanya sebatas ibadah Natal singkat.

Kepala Disbudpar Kalteng Guntur Talajan mengatakan, pandemi memang membuat kondisi takut dan mengkhawatirkan, tapi jangan membuat sukacita Natal menjadi hilang. Rayakan Natal dengan tetap mengedepankan disiplin terhadap protokol kesehatan. Disbudpar Kalteng merayakan Natal hanya dengan ibadah singkat, serta perayaan yang diisi dengan sambutan.

“Tidak ada pembagian hadiah ataupun aksi mengumpulkan masyarakat dalam jumlah banyak. Meskipun dihadiri oleh hanya kalangan internal Disbudpar Kalteng dan dilaksanakan secara sederhana, tapi tidak mengurangi sukacita Natal yang sesungguhnya,” kata Guntur, saat menyampaikan sambutan pada ibadah Natal Keluarga Besar Disbudpar Kalteng, Rabu (23/12/2020,) di Palangka Raya.

Sementara itu, Pendeta Erly Amiani STh pada khotbahnya menyampaikan, tahun 2020 merupakan tahun istimewa yang penuh tantangan dan renungan. Dunia termasuk Indonesia, khususnya Kalteng dihadapkan pada penyebaran pandemi Covid-19. Bagaimana setiap orang mampu melewati semua tantangan itu, tentunya dengan penyertaan Tuhan.

“Tema Natal dunia tahun ini diambil dari kitab Matius 1:23 “Mereka Akan Menamakan Dia Imanuel” merupakan tema yang sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi sekarang ini. Tentu, setiap kita bertanya-tanya, mengapa pandemi ini terjadi begiu lama, apakah Tuhan sudah tidak mengasihi kita? Justru begitu besarnya kasih Tuhan sehingga Dia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal untuk disalibkan,” kata pendeta Erly.

Ini, lanjut Pendeta Erly, menjadi bahan renuangan bagi kita semua. Bagaimana memaknai Natal sesungguhnya. Selama ini Natal dirayakan dengan kondisi yang meriah, dan penuh kemewahan, ketika dirayakan dengan sederhana akan mengurangi sukacita Natal. Tentu, ini menjadi pertanyaan apa yang menjadi motivasi dalam merayakan Natal.

Natal tahun 2020, ungkap Pendeta Erly, renungan bersama bagaimana sukacita Natal tetap besar, meskipun di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini. Natal bukanlah kemewahan dan kemeriahan, melainkan bagaimana mengimani Natal itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari.ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *