DUGAAN PENIPUAN- Calon Wagub Dilaporkan ke Polda Kalteng

  • Bagikan
DUGAAN PENIPUAN  - Muhammad Suherman selaku pelapor melalui kuasa hukumnya, Suriansyah Halim memperlihatkan bukti pengaduan mereka di Polda Kalteng, Selasa (22/12) siang. ISTIMEWA

UJANG:  SUDAH SAYA BAYAR LUNAS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Mantan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Ujang Iskandar yang kini sebagai calon Wakil Gubernur Kalimantan Tengah tahun 2020 menjadi terlapor dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang Rp400 juta ke Ditreskrimum Polda Kalteng, Selasa (22/12/2020).

“Ini murni tidak ada kaitan dengan Pilkada karena utang piutang terjadi jauh sebelum pencalonan. Individu klien dengan individu Ujang,” tegas Muhammad Suherman selaku pelapor melalui kuasa hukumnya, Suriansyah Halim.

Menurut Halim, kejadian berawal saat Ujang menyampaikan keinginan meminjam uang untuk modal usaha kepada Suherman. Sebagai jaminan, Ujang menyerahkan sebuah sertifikat tanah atas namanya. Sesuai arahan Ujang uang sejumlah Rp500.015.000 ditransfer ke rekening atas nama Sugianto  pada tanggal 16 November 2015.

Suherman sudah beberapa kali menagih pengembalian uang, namun tidak berhasil. Akhirnya baru terbayar Rp100 juta saat Luwih Hansoya mengambil jaminan sertifikat pada 10 Juli 2020.

“Janjinya setelah satu minggu kemudian, sisa utang akan dilunasi,” tutur Halim. Namun, hingga hari ini sisa utang belum dilunasi.

“Yang menjadi keberatan klien kita adalah alasannya. Katanya sebentar tapi sudah lima tahun belum dilunasi. Bahkan, jaminan sertifikat sudah diambil. Artinya tipu daya karena apa yang dibicarakan tidak ada yang benar,” sebut Halim.
Terlepas kembali atau tidaknya uang tersebut, masuk ranah perdata dan Suherman dapat mengajukan gugatan perdata ganti rugi pinjaman melalui Pengadilan Negeri Pangkalan Bun.

“Pidana seseorang tidak menghapus unsur utang piutang. Yang menghapus utang jelas poinnya yakni pembayaran lunas, meninggal dan lainnya,” terang Halim.

Apalagi laporan mereka bukan delik aduan, melainkan delik umum, sehingga walaupun nanti ada perdamaian tapi unsur pidana terpenuhi maka kasus tetap lanjut.

“Harapan kita aparat penegak hukum memproses dan ini ditegakkan walaupun terlapornya seorang Ujang Iskandar,” pungkas Halim.

Sementara itu, ketika masalah ini dikonfirmasikan whatsapp Ujang Iskandar, Selasa, pukul 11.18 WIB, walau sudah contreng dua biru, namun hanya dibaca saja. Begitu juga ketika kembali dikonfirmasi wartawan, kedua kalinya Selasa, pukul 17.22 WIB, dengan mengatakan, Izin Pak, deadline qta pda pukul 20.00 WIB, komentar bpk sangat baik dalam perimbangan berita. Namun walau sudah contreng dua (sudah dibaca), namun Ujang tetap tidak membalas.dre

Sementara itu Ujang Iskandar menjawab tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya, terkait dengan dugaan penggelapan uang, Selasa malam. Dikonfirmasi dikediamannya, Ujang secara gamblang menjelaskan perihal yang dituduhkan itu.

Ujang mengatakan, perihal masalah piutang ini sebenarnya masalah pribadi, tidak ada hubungannya dengan masalah politik. Namun demikian, permasalahan itu sudah diselesaikan dengan baik. Tidak benar bahwa ada piutang masih tersisa.

“Tidak benar adanya piutang tersebut, karena sudah saya bayar lunas ko. Dugaan saya secara pribadi, mengapa permasalahan piutang ini mencuat, karena yang bersangkutan mendukung paslon yang menjadi lawan saya dalam pilgub Kalteng,” kata Ujang, saat dikonfirmasi terkait dugaan penggelapan dana yang dituduhkan Muhammad Suherman, Selasa (22/12) di Palangka Raya.

Menurut Ujang, apa yang dilakukan Suherman ini tidak etis dan tidak tepat. Tidak bisa memisahkan urusan pribadi, dan politik. Padahal hubungan baik terjadi selama ini dengan Muhammad Suherman dan keluarga. Silakan mendukung masing-masing paslon, tapi jangan membawa urusan pribadi.

Ujang dengan santai menyampaikan, pembayaran yang dilakukan selalu dikonfirmasi dengan yang bersangkutan. Jadi, tidak benar bahwa piutang itu belum selesai.dre/ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *