Gantung Diri Diduga karena Masalah Keluarga 

  • Bagikan
OLAH TKP - Polisi saat melakukan olah TKP di rumah korban gantung diri di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur. ISTIMEWA

SAMPIT/TABENGAN.COM – Terkait peristiwa seorang warga yang ditemukan tewas tergantung di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (19/12) akhir pekan lalu, aparat Polsek Cempaga Hulu masih melakukan penyelidikan terkait motif pria tersebut melakukan gantung diri.

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Cempaga Hulu Iptu Taufik Hidayat mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diduga korban gantung diri karena ada permasalahan keluarga.  “Sementara ini masih kami dalami terus. Ada petunjuk permasalahan keluarga, pisah ranjang sama istri. Tapi masih kami dalami lagi,” terang Kapolsek saat dikonfirmasi, Senin (21/12/2020).

Selain memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah TKP, aparat kepolisian juga menelusuri jejak digital korban, seperti melihat status di sosial median milik korban. “Ada postingan (korban) di Facebook sebelumnya,” lanjutnya.  Sebelumnya diberitakan, warga Jalan Kayu Mas RT 15 RW 003 Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim digegerkan dengan penemuan jasad pria yaitu Pur (27), yang tewas dalam pisisi tergantung di rumahnya di Jalan Kayu Mas Desa Pundu sekitar pukul 16.00 WIB. Dari pemeriksaan luar yang dilakukan petugas Puskesmas, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.  c-arb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *