Wali Kota: Jangan Sampai Kasus PT Adhi Graha Terulang

  • Bagikan
AUDIENSI- Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat audiensi dengan nasabah PT Adhi Graha, Minggu (20/12). TABENGAN/DANIEL

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menerima audiensi perwakilan konsumen PT Adhi Graha Properti di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Jalan Diponegoro, Minggu (20/12/2020) siang.

Audiensi dihadiri Sekda Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu, Kajari Palangka Raya Totok Bambang Dwidjo, Wakapolresta Palangka Raya AKBP Andiyatna dan Kepala BPN Kota Palangka Raya Budi Sutrisno.

Sekitar 20 orang perwakilan beraudiensi dengan Wali Kota Palangka Raya menyampaikan aspirasinya, terkait persengketaan dengan PT Adhi Graha Properti.

Para konsumen PT Adhi Graha memohon wali kota mengambil tindakan terhadap Direktur PT Adhi Graha Arie Respati untuk mengembalikan uang konsumen.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan kasus semacam PT Adhi Graha jangan sampai terulang. Jangan ada lagi masyarakat yang menjadi korbanmya.

Fairid berjanji Pemko Palangka Raya beserta jajarannya akan men-support dan membantu masyarakat Palangka Raya dan sekitar yang menjadi korban PT Adhi Graha.

“Saudara-saudara kita ingin menyampaikan aspirasinya tentang korban dari PT Adhi Graha. Jadi di sini saya didampingi Kajari, Wakapolresta dan Kepala Kantor BPN. Jadi di sini diminta komitmen kami, yang pertama untuk membantu masyarakat dan mencarikan solusi dan tindak lanjut ke depan seperti apa. Yang pasti saya akan berkomitmen mendampingi masyarakat menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini. Kalau saya rasa ini sudah ter-setting, sudah memang niat,” kata Fairid saat dibincangi awak media.

Fairid mengatakan, perlu kejelian dan kehati-hatian menangani kasus PT Adhi Graha. Ketika masyarakat meminta hak mereka kembali, malah akan berbalik menjadi masalah yang lain lagi.

“Inilah perlu koordinasi dan komunikasi sampai lebih lanjut agar semua yang diterima masyarakat itu sesuai dengan harapan mereka. Kami akan membantu masyarakat. Kalau memang bisa secara aturan, kenapa tidak. Tentu semua itu harus dengan aturan,” imbuhnya.

Mewakili nasabah korban PT Adhi Graha Properti, Leonard Tambunan mengatakan, melalui audiensi yang dilakukan ini, Pemko Palangka Raya beserta jajarannya akan memberikan dukungan dan pendampingan hukum bagi segenap nasabah yang menjadi korban PT Adhi Graha.

Dikatakan, pada prinsipnya Pemko akan melakukan pendampingan dalam proses penyelesaian tersebut, terutama terkait mengembalikan kerugian nasabah. Diawali dengan proses laporan pengaduan, baik pidana atau mungkin pencucian uang. Kemudian sesudah proses semua aset akan diambil dan dikembalikan kepada pemilik untuk diserahkan kepada yang berhak melalui mekanisme yang ada.

“Jadi nanti SKT-SKT karena sudah dibayar, sesudah proses peradilan akan diambil sebagai bahan untuk dikembalikan kepada nasabah. Mekanisme dan aturan mainnya tetap harus diikuti,” kata Leonard.

Leonard menambahkan, saat itu telah dilakukan 1 gugatan pidana dan sambil berjalan akan dilakukan gugatan perdata terkait pencucian uang (Tipikor). Saat ini juga akan dilayangkan 2 gugatan lagi dari nasabah yang lain melalui reskrim Polresta Palangka Raya.

“Dari Kejari juga menawarkan konsultasi hukum, bagaimana dan apa yang harus dipersiapkan supaya langkah-langkah yang diambil betul-betul memberikan hasil yang maksimal. Jadi harapan kami dalam waktu dekat 3 laporan sudah masuk,” katanya. dsn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *