60 Positif Klaster Rumah Ibadah

  • Bagikan
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Penyebaran Covid-19 klaster rumah ibadah terus meningkat. Update terbaru, Minggu (20/12/2020), tercatat 60 orang terkonfirmasi positif usai mengikuti ibadah di salah satu rumah ibadah di Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya. Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani membenarkan hal tersebut.

“Hingga saat ini untuk klaster rumah ibadah sudah ada 60 orang yang keseluruhannya telah menjalani karantina dan perawatan di RSUD Kota Palangka Raya dan Rumah Sakit Perluasan Asrama Haji Al Mabrur Kota,” ujar Emi kepada Tabengan, Minggu.

Ia membeberkan, peningkatan kasus klaster rumah ibadah ini berawal dari dilaksanakannya ibadah pada 1 Desember lalu. Beberapa hari kemudian, 3 orang jemaat mengalami perubahan kondisi kesehatan seperti batuk, sesak napas dan sakit kepala, gejala awal Covid-19. Setelah mendapatkan penanganan ternyata ketiganya terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19.

Selanjutnya tim tracing segera melakukan pendataan dan penelusuran kontak erat terhadap ketiga orang tersebut, khususnya mereka yang mengikuti ibadah. Hasilnya, selama 1 minggu lebih tercatat 47 orang dinyatakan positif.

“Kemudian ada penambahan kasus konfirmasi lagi hingga 49 orang. Tak berselang lama, ada penambahan menjadi 53 kasus. Lalu kembali 7 orang jemaat terkonfirmasi positif, sehingga kini totalnya ada 60 kasus. Rata-rata transmisi lokal yang terjadi. Usai terpapar Covid-19 di rumah ibadah, mereka kembali menularkannya kepada keluarga di rumah,” katanya.

Dalam hal ini, lanjut Emi, Tim Satgas mengambil langkah cepat dengan melakukan disinfeksi dan lockdown terhadap rumah ibadah tersebut selama 14 hari, dengan harapan masa inkubasi virus segera berlalu usai dilakukan sterilisasi.

“Untuk persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru, Tim Satgas telah melakukan asistensi pada sejumlah gereja. Yang lolos asistensi akan mendapatkan rekomendasi dari kami agar bisa menggelar ibadah dengan mengutamakan protokol kesehatan yang ketat,” kata Emi. rgb

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *