Pleno KPU Dijaga Ketat 928 Polisi

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol H Hendra Rochmawan

* Digelar di Hotel Bahalap, 18-20 Desember

PALANGKA RAYA – Sedikitnya 928 personel dari Polda Kalteng dan Polresta Palangka Raya akan diterjunkan dalam rangka pengamanan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah tahun 2020.

Rapat pleno yang rencananya berlangsung di Hotel Bahalap, Kota Palangka Raya pada 18-20 Desember 2020, akan melibatkan fungsi Samapta, Brimob, Lalu Lintas dan Intelijen.  Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Kombes Pol H Hendra Rochmawan mengatakan, pengamanan yang dilakukan dalam rapat pleno tingkat provinsi merupakan satu rangkaian dalam pengamanan pilkada 2020.

Sebelumnya, pengamanan rekapitulasi hasil perolehan suara di tingkat kabupaten dan kota telah dilaksanakan berjalan dengan aman, damai dan lancar tanpa kendala. Di tahapan terakhir ini, Polda Kalteng juga akan semaksimal mungkin mengamankan rapat pleno tingkat provinsi. “Seluruh kekuatan yang ada akan kita siagakan. Dalam hal ini fungsi Brimob juga akan menjadi motor penerapan protokol kesehatan saat kegiatan nantinya,” tegasnya, Kamis (17/12/2020) siang.

Untuk menjamin kelancaran dalam rapat pleno tersebut, sejumlah personel akan ditempatkan di dalam lokasi. Baik pengamanan di dalam area rapat pleno, maupun di bagian luar dan pintu masuk. Sejumlah patroli mobile juga akan dilakukan oleh Polresta Palangka Raya dan Polsek Pahandut.

Sebanyak 928 personel yang melakukan rangkaian pengamanan ditempatkan di beberapa lokasi. Dengan rincian 228 personel mengamankan jalannya rangkaian rapat pleno di Hotel Bahalap, 197 personel pengamanan kantor KPU Provinsi Kalteng, 187 personel di kantor Bawaslu Kalteng.

Kemudian, 58 personel pengamanan di rumah pemenangan, 64 personel pengamanan di Bundaran Besar, tim patroli dan pengawalan sebanyak 87 personel, ditambah lima tim CRT yang bersiaga di lima titik berbeda.  “Tentunya sebelum kegiatan sterilisasi akan dilakukan baik di dalam dan luar area oleh tim Gegana Brimob. Kemudian penebalan pengamanan di kantor dan gudang KPU serta Bawaslu. Kita berkaca dari pengalaman pahit dulu, sehingga pengamanan dilakukan secara optimal,” jelasnya.  fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *