Wabup Katingan Bantah Isu Kayau

  • Bagikan
Wakil Bupati Katingan Sunardi NT Litang

KASONGAN/TABENGAN.COM- Maraknya isu kayau (penggal kepala) dan penculikan anak di wilayah Kabupaten Katingan, khususnya bagian utara yang beredar di media sosial, dibantah keras Wakil Bupati Katingan Sunardi NT Litang. Isu tersebut tidak benar dan hanya berita hoaks.

Menurut Sunardi, isu kayau merebak setelah adanya kejadian yang dikarenakan kesalahpahaman, seorang anak ingin diberi sedekah oleh sejumlah orang yang menggunakan mobil dan berhenti di pinggir jalan dekat anak tersebut.

“Kita mengimbau kepada masyarakat Katingan agar tidak mudah terhasut dengan isu yang belum tentu kebenarannya, serta jangan mudah memercayai berita yang belum jelas informasinya. Isu penculikan anak dan isu kayau yang beredar di media sosial sekarang ini tidak benar,” kata Sunardi, Kamis (17/12/2020).

Sunardi menegaskan, pernyataannya ini untuk membantu mengklarifikasi masalah tersebut. Saat itu ada isu penculikan anak di Tumbang Manggo, Kecamatan Sanaman Mantikei, ternyata bukan penculikan.

Menurut Sunardi, dari keterangan anggota Intel kepolisian yang sudah menghubunginya, menceritakan  hal tersebut dan ternyata mereka berniat ingin bersedekah dengan memberikan sejumlah uang.

Diceritakan, saat itu pihak Intel kepolisian pulang pengamanan Pilkada dan saat melintas di jalan melihat anak kecil di pinggir jalan sedang duduk membersihkan sayur rebung atau sayur bambu.

Lantaran kasihan, anggota Intel kemudian berhenti untuk memberikan sedekah sejumlah uang. Tapi, karena tidak kenal anak kecil tersebut takut dan berlari meninggalkan lanjung dan rebungnya.

Akibat lari ketakutan anak tersebut menceritakan ke orang, sehingga kabar dengan cepat beredar bahwa adanya upaya penculikan anak. Namun, anggota Intel karena ingin sedekah kepada anak tersebut tetap meninggalkan sejumlah uang di dalam lanjung yang ditinggal lari anak tersebut. Maksud baik terkadang belum tentu dipahami oleh anak-anak dan itu wajar bila mereka merasa takut dan waspada.

“Bila isu kayau dan penculikan anak diembuskan, maka pelaku pencurian atau maling yang bisa menjadi-jadi atau kejahatan lain yang meningkat. Jadi, saya berharap bila mendapatkan informasi, sebaiknya cek terlebih dahulu kebenarannya. Jangan langsung dimuat ke media sosial, sehingga membuat resah,” imbau Sunardi. c-sus

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *