Penanaman 1.000 Pohon Bungur Warnai Hari Bhakti PUPR Ke-75

  • Bagikan
Sekda Kobar Suyanto bersama Kadis PUPR Kobar saat melakukan penanaman pohon jenis bungur, Kamis (17/12/2020). YULIANTINI

PANGKALAN BUN/TABENGAN.COM- Dalam rangka memperingati Hari Bhakti PUPR Ke-75 tahun, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan penanaman pohon jenis bungur sebanyak 1.000 pohon, yang dipusatkan di jalan utama Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kamis (17/12/2020).

Kegiatan penanaman dihadiri Sekda Kobar Suyanto dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar Junni Gultom serta perwakilan dari Yayasan Orangutan Foundation Internasional (OFI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar.

Sekda Kobar Suyanto mengatakan, penanaman pohon jenis lokal ini sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap pelestarian lingkungan hidup, sebab jenis pohon yang ditanam merupakan tanaman lokal yang hampir sulit ditemui saat ini.

“Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas PUPR Kobar. Dinas PUPR bukan saja mengerjakan pembangunan, melainkan juga ambil bagian dalam pelestarian tanaman langka, hal ini untuk mewujudkan lingkungan yang hijau dan asri,” kata Sekda Kobar Suyanto.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kobar Junni Gultom menjelaskan, 1.000 pohon jenis bungur ini dibeli dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebab di sana tempat pengembangan jenis tanaman tersebut.

“Kegiatan penanaman pohon bungur ini dipusatkan di sepanjang jalan poros Desa Pasir Panjang. Jenis pohon bungur ini pohon peneduh, sehingga ini wujudkan Kota Pangkalan Bun yang hijau dan indah untuk menunjang keindahan estetika kota,” ujar Junni.

Junni menambahkan, PUPR sangat peduli terhadap lingkungan, penanaman pohon juga pernah dilakukan di kawasan stadion olahraga baru, yang saat ini di lokasi tersebut masih gersang, sehingga pihaknya bergerak melakukan penanaman pohon.

“Secara bertahap kami melakukan perubahan di beberapa titik dalam Kota Pangkalan Bun, untuk terwujudnya estetika kota yang indah, sehingga kami tata kembali, mulai trotoar di jantung Kota Pangkalan Bun, sampai dengan jenis tanamannya. Tidak perlu mahal jenis tanamannya, tetapi mudah dikembangkan,” jelas Junni. c-uli

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *