Dikira Kotak Suara Hilang, Relawan 01 Datangi KPU

  • Bagikan
DIPINJAM – Massa pendukung dari paslon nomor urut 1, Ben-Ujang, tampak berkumpul di KPU Kota Palangka Raya terkait adanya kabar hilangnya kotak suara, Senin (14/12) malam. Tampak Ketua Koordinator Relawan 01, Riban Satia dan sejumlah kotak suara bekas yang sebelumnya disebutkan hilang. Tampak juga Ketua KPU Kota Palangka Raya Ngismatul Choiriyah  TABENGAN/YULIANUS

Ketua KPU Kota: Kotak Suara Bekas Dipinjamkan ke Mahasiswa

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Keributan sempat terjadi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya, Jalan Tangkasiang, Senin (14/12/2020) petang. Puluhan relawan dari pasangan calon nomor urut 1, Ben Brahim S Bahat-Ujang Iskandar, mendatangi KPU Kota Palangka Raya setelah tersiar kabar dicurinya 10 kotak suara dari gudang logistik KPU sebelum rapat pleno dilakukan.

Kecurigaan bermula saat relawan paslon 1 melihat sejumlah pemuda membawa kotak suara aluminium keluar dari kantor KPU Kota Palangka Raya. Saat ditanyakan, ternyata kotak suara tersebut hendak dibawa ke BEM Universitas Palangka Raya. Untuk mencari lebih jelas akan keluarnya kotak suara, sejumlah relawan pun mendatangi petugas
KPU untuk bertanya.

“Jadi memang sengaja saya minta relawan untuk mengecek di sekitar KPU. Tiba-tiba keluar tiga orang menggunakan motor membawa kotak suara. Yang kami pertanyakan kenapa di saat seperti ini kotak suara malah keluar, terlepas itu kotak suaranya kosong. Momennya tidak pas dan bisa menimbulkan kecurigaan,” ucap Sawinata, Ketua Relawan Manggatang
Utus Betang Hapakat Kalteng selaku relawan Ben-Ujang.

Guna meredam keributan yang sempat terjadi, musyawarah sempat dilakukan di kantor KPU Kota Palangka Raya melibatkan Ketua KPU Kota Palangka Raya  Ngismatul Choiriyah, Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya Endrawati, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri dan Ketua Koordinator Relawan 01, Riban Satia.

Dari musyawarah diketahui bahwa Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) telah bersurat ke KPU Kota Palangka Raya untuk meminjam kotak suara guna pemilihan presiden mahasiswa yang rencananya akan digelar pada Kamis (17/12). Peminjaman disetujui oleh pihak KPU Kota Palangka Raya dengan meminjamkan 10 kotak suara aluminium bekas Pilkada 2014 lalu.

Menanggapi itu, Ketua Koordinator Relawan 01, Riban Satia, menuturkan kejadian tersebut memang tidak sengaja dan tidak diinginkan. Kotak suara yang dipinjamkan ke mahasiswa merupakan kotak suara Pilkada 2014 lalu.

Hanya, menurut Riban, KPU Kota Palangka Raya dinilai kurang jeli dalam melihat situasi yang ada. Yakni keluarnya kotak suara tidak rapi dengan hanya menggunakan sepeda motor dan mengundang kecurigaan.

“Untuk mengurai kegaduhan situasi politik, KPU diminta jangan mengeluarkan kotak suara untuk menjaga situasi di tengah masyarakat yang hari ini masih menunggu, berharap dan sangat sensitif. Sehingga semua pihak harus bijaksana melihat ini,” terang Riban.

Dilanjutkan, KPU Kota Palangka Raya bersama Bawaslu, Polresta Palangka Raya dan relawan 01 telah membuat berita acara bahwa peminjaman tersebut dibatalkan. Terlebih kegiatan yang hendak dilakukan BEM UPR nyatanya tidak mendapat izin dari Satgas Covid 19 Kota Palangka Raya.

“Kami harap masyarakat agar hal ini tidak diplesetkan. Kita menjaga suasana kondisi masyarakat yang nyaman di tengah masih berlangsungnya rekapitulasi suara pilkada,” tuturnya.
Sedangkan Ketua KPU Kota Palangka Raya Ngismatul Choiriyah, menegaskan bahwa yang dipinjamkan ke mahasiswa adalah kotak suara aluminium bekas pemilihan 2014 lalu. KPU Kota Palangka Raya memang selalu melayani masyarakat dalam peminjaman kotak suara jika terdapat kegiatan pemilihan, baik di kampus maupun sekolah.

“Kotak suara bekas 2014 lalu memang sengaja kami sisakan karena biasanya dipinjam oleh siswa yang hendak pemilihan OSIS dan mahasiswa. Kami pastikan kotak suara yang dipinjamkan bukan logistik Pilgub 2020,” tegasnya.

Berdasarkan musyawarah dan mufakat bersama tim paslon 01 dan pihak keamanan, maka kotak suara yang sebelumnya dipinjamkan kini dikembalikan ke gudang. KPU Kota Palangka Raya juga baru mendapat informasi bahwa acara yang hendak digelar BEM UPR tidak diijinkan Satgas Covid 19 Kota Palangka Raya. fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *