Kobar, Barut dan Kotim Pemilihan Suara Ulang

Ketua KPU Kalteng Harmain dan Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalteng Bidang Pengawasan Siti Wahidah

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Dugaan pelanggaran pada saat pencoblosan kembali terjadi. Kali ini terjadi di 2 kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng), yakni Kabupaten Barito Utara (Barut) dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Masing-masing 2 daerah ini, terdapat 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terjadi pelanggaran administrasi, sehingga harus dilakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU).

Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalteng Bidang Pengawasan Siti Wahidah, Jumat (11/12/2020), membenarkan di Kabupaten Barut dipastikan dilaksanakan PSU. PSU dilakukan di TPS 06 Desa Hajak Kecamatan Teweh Baru, dan TPS 10, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah.

Di TPS 06 Desa Hajak, jelas Siti, ada 4 pemilih yang memilih menggunakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El), dan 1 pemilih menggunakan Surat Keterangan (Suket). Hasil penelusuran, ternyata kelima pemilih ini tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) wilayah setempat. Terlebih, kelima pemilih tidak melampirkan formulir A5 atau formulir pindah memilih, saat mencoblos.

Sementara di TPS 10 Kelurahan Melayu, kata Siti, kasusnya hampir sama. Ada 4 pemilih yang tidak terdaftar di DPT, namun memilih di TPS tersebut dengan hanya menggunakan KTP-El, tanpa melampirkan A5. Hal inilah yang membuat terjadinya PSU di 2 TPS di Kabupaten Barut.

“Total, ada 2 TPS yang direkomendasikan Bawaslu Kabupaten Barut untuk dilakukan PSU. PSU sendiri diagendakan dilaksanakan pada Minggu (13/12),” kata Siti.

PSU lainnya, lanjut Siti, ada di Kabupaten Kotim. Di Kotim ada 2 TPS yang akan melaksanakan PSU, yakni TPS 08 Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, dan TPS 20 Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

TPS 08 kronologisnya, pembukaan kotak suara dan/atau berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Sedangkan TPS 20 Kelurahan MB Hilir, kata dia, karena ada perbedaan jumlah pemilih antara Pilbup dan Pilgub. Untuk Pilkada Kotim terdapat 208 suara, sedangkan untuk Pilgub terdapat 204 suara, sehingga Panwas kemudian melakukan pengecekan terhadap daftar hadir pemilih, dan dari hasil pengecekan direkomendasikan untuk dilakukan PSU

Terpisah, Ketua KPU Kalteng Harmain, menjelaskan, KPU Kalteng sudah menerima rekapitulasi daerah yang akan melaksanakan PSU. PSU diatur dalam Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 dan Peraturan KPU No 18 Tahun 2020. PSU dilaksanakan oleh 4 TPS tersebut pada Minggu (13/12). Logistik didistribusikan pada Sabtu (11/12).

Sementara untuk TPS 05 Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Harmain menjelaskan, KPU Kalteng sudah menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan Bawaslu Kalteng untuk melakukan PSU..

“Rekomendasi yang masuk ke KPU Kalteng, PSU dilaksanakan pada Sabtu. Jadwal sendiri sesuai dengan waktu pemilihan, pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Logistik sudah didistribusikan ke KPU Kabupaten Kobar, sehingga dapat melaksanakan PSU sesuai dengan rekomendasi Bawaslu,” kata Harmain di Palangka Raya, Jumat.ded/c-may

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.