Dugaan Aniaya Melibatkan Bupati Lamandau Berakhir Damai

DAMAI - Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, bersama 4 dengan warga yang berseteru akhirnya berdamai dengan memilih jalan islah dan saling memaafkan.TABENGAN/KARAMOI

NANGA BULIK/TABENGAN.COM – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, dengan 4 orang warga beberapa waktu lalu berakhir damai. Baik Bupati Hendra maupun 4 orang yang merasa dipukul, Jumat (11/12/2020) petang, memilih jalan islah dan sudah saling memaafkan.

Tak hanya saling memaafkan, bahkan 4 warga yang sebelumnya melaporkan kasus itu ke kepolisian, juga mencabut laporannya.

Diketahui, dalam islah yang dimediasi oleh tokoh masyarakat setempat, Hendra Lesmana mengakui semua kesalahan dan kekhilafanya, serta meminta maaf kepada masyarakat yang menjadi korban beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, hari ini, di tempat orang tua kita yang juga tokoh kita, menjadi tempat untuk islah. Terima kasih telah memfasilitasi atas pertemuan ini,” ujar Hendra Lesmana.

Hendra mengatakan, melalui islah ini pihaknya sepakat menandatangani surat pernyataan perdamaian dengan disaksikan oleh saksi dari tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

“Saya secara pribadi telah meminta maaf dengan saudara-saudara saya yang sempat ada insiden pada saat sehari sebelum pencoblosan, sebagai manusia tentu saya tidak terlepas dari salah dan khilaf, disaat tensi situasi politik tinggi, ada kejadian, tentu saya selaku pribadi meminta maaf, dengan kawan-kawan,” ucapnya.

Tak lupa, Hendra juga berterima kasih kepada para tokoh yang telah memfasilitasi islah tersebut. Dirinya secara pribadi mengaku terharu atas dukungan masyarakat dan semangat Bahaum Bakuba, sehingga terciptanya perdamaian pada hari ini.

“Alhamdulillah saudara-saudara saya yang sempat terjadi insiden sudah memaafkan dan kami juga sepakat untuk mencabut laporan di kepolisian,” imbuhnya.

Sementara itu, pelapor Armanto, mengaku pencabutan laporan atas dugaan penganiayaan oleh Hendra Lesmana itu murni keinginannya pribadi, serta tidak ada paksaan karena memang pihaknya telah ikhlas memaafkan terlapor dalam hal ini Hendra Lesmana.

“Saya mewakili kawan-kawan dengan tulus dan ikhlas telah memaafkan Bupati, kami juga memahami terjadi tersebut mungkin kerana kehilafan beliau dan tanpa disengaja,” ujarnya.

Pencabutan laporan ini, sambung dia, murni karena kami sepakat untuk berdamai tanpa ada paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun.

Diketahui, perseteruan antara Bupati Lamandau Hendra Lesmana dengan sejumlah warga itu, dilatarbelakangi penghadangan dan perampasan paket sembako bantuan Covid-19 oleh sejumlah masyarakat. c-kar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.