Ekonomi Kalteng Pasca Pilkada Cukup Aman

  • Whatsapp
Pakar dan Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Palangka Raya (UPR), Fitria Husnatarina
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Geliat ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) pasca pilkada diharapkan terus dalam pergerakan yang positif. Secara khusus pada masa pandemi ini, pemimpin daerah terpilih diharapkan dapat mendorong roda ekonomi Kalteng semakin cepat dan bersaing dengan daerah-daerah lain, bahkan semakin mendunia.

Sebagaimana disampaikan pakar dan pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Palangka Raya (UPR), Fitria Husnatarina. Terkait hal tersebut dia mengatakan bahwa kondisi ekonomi pasca pilkada masih cukup aman dan terkendali. Dalam artian kapasitas normal, tidak ada perubahan yang terlalu signifikan, artinya real sektor berjalan seperti biasa.

“Nah, yang didugakan menjadi risiko akibat pilkada di Kalteng mungkin lebih kepada bagaimana real count ini menjadi fokus perhatian besar. Karena kisaran quick count yang masih remang-remang marjin errornya, penyebabnya diduga banyaknya lembaga peratingan,” bebernya kepada Tabengan, Kamis (10/12/2020).

Lebih lanjut Fitria mengatakan durasi tunggu tersebut yang dapat disinyalir bisa memunculkan berbagai aksi dari masing-masing kubu. Apabila cukup intens kapasitasnya akhirnya, baik langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi aktivitas perekonomian. Apalagi jika yang terlibat sebagai tim sukses adalah orang-orang yang berkecimpung di aktivitas bisnis.

“Tapi prediksi saya Kalteng akan aman saja, baik makro maupun mikro ekonomi,” imbuhnya.

Fitria mengakui, sebenarnya secara psikologis masyarakat lelah dengan panjangnya pandemi dan fokus pada upaya untuk bangkit. Sehingga jika karena pilkada ini kemudian menganggu bentuk-bentuk aktivitas bisnis dia rasakan tidak.

“Menurut saya fokus untuk recovery itu masih menjadi perhatian masyarakat,” ujarnya lagi.

Namun jika ditelisik lebih jauh ujarnya, sangat dimungkinkan bahwa hasil real count ini betul-betul ditunggu-tunggu investor besar. Karena langkah investasi berikutnya pasti terkait figure pemimpin daerah seperti yang pernah diungkapkan sebelumnya.

“Oh iya satu lagi, aksi klaim kemenangan juga menjadikan psikologi masyarakat  terganggu. Jadi klaim mengklaim itu harusnya setelah semua selesai (faham konservatisme). Tapi apakah berpengaruh ke aktivitas ekonomi lokal, nggak signifikan sih, aman-aman saja,” tandasnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas