KPU Rekap Berjenjang Pilgub Kalteng

  • Whatsapp
KPU Rekap Berjenjang Pilgub Kalteng
Komisioner KPU Kalteng Sastriadi
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Tengah (KPU Kalteng) secara berjenjang melakukan rekapitulasi hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Kalteng. Ada mekanisme yang dilakukan KPU Kalteng dalam melakukan rekapitulasi, yakni secara manual, dan menggunakan sistem elektronik yang dimuat dalam website KPU Kalteng.

Komisioner KPU Kalteng Sastriadi, menjelaskan, KPU Kalteng memiliki 2 skema dalam melaksanakan rekapitulasi. Pertama adalah rekapitulasi yang dilakukan secara manual oleh petugas yang ada di lapangan. Di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) hasil pilgub dihitung satu per satu, yang dimasukkan dalam formulir C.hasil-kwk.

Hasil tingkat TPS, lanjut Sastriadi, dihimpun oleh petugas kemudian dibawa dan dilakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan. Semua hasil dari seluruh TPS direkap, dan dimasukkan dalam formulir D.hasil kecamatan-kwk. Dari D.hasil kecamatan-kwk ini, dibawa ke tingkat kabupaten dan kota yang dimasukkan dalam formulir D.hasil kabupaten/kota-kwk.

“Hasil D.hasil kabupaten/kota-kwk, dilakukan di tingkat provinsi, yang kemudian dituangkan dalam D.hasil provisi-kwk. Inilah yang kemudian ditetapkan, siapa yang menjadi pemenang dalam suatu pemilihan. Ingat, di sini berbicara terkait dengan mekanisme rekapitulasi,” kata Sastriadi, Kamis (10/12/2020).

KPU juga memfasilitasi skema lain, kata Sastriadi, yakni berupa alat bantu yang disebut Sirekap. Di tingkat TPS disebut Sirekap mobile. Alurnya, hasil penghitungan yang dilakukan di tingkat TPS, yang tertuang dalam formulir C.hasil-kwk, difoto kemudian dimasukkan dalam server KPU. Sementara untuk tingkat kecamatan sampai provinsi dinamakan Sirekap Web.

Pleno yang dilakukan secara berjenjang, tutur Sastriadi, dimasukkan dalam website KPU, inilah yang nantinya terpampang pula di website KPU. Catatannya, hasil rekapitulasi yang dipergunakan adalah yang manual, untuk sampai penetapan. Sementara Sirekap lebih kepada memberikan gambaran terkait hasil pemilihan.

“Mengapa Sirekap hanya berupa gambaran?. Bukan tidak mungkin, saat dilakukan pleno secara berjenjang terjadi berbagai kekeliruan dalam penulisan, atau terdapat berbagai catatan. Pleno secara berjenjang inilah yang nantinya wadah untuk melakukan perbaikan. Silakan, apabila saat penghitungan tingkat TPS terjadi perbedaan, dapat disampaikan dan diargumentasikan saat pleno berjenjang,” kata Sastriadi.

Sebab itulah, ungkap Sastriadi, pleno secara berjenjang menjadi wadah bagi siapa saja yang merasa keberatan atas hasil penghitungan, dengan membawa bukti-bukti, dan menyampaikan argumentasinya. Beranjak dari itu, apa yang direkap secara berjenjang, tidak bisa dipastikan sama 100 persen dengan website, tapi bukan tidak mungkin sama dengan website. Tetap, acuan yang digunakan KPU sebagai dasar penetapan nantinya adalah rekapitulasi secara berjenjang. ded

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas