Rektor UPR Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu yang Damai

  • Whatsapp
PILKADA DAMAI - Rektor UPR, Dr Andrie Elia Embang SE MSi beserta istri yang menggunakan Hak Suaranya di TPS 020 di Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya. TABENGAN/ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Tengah (Kalteng) 2020, resmi dilaksanakan pada, Rabu (9/12/2020). Pesta demokrasi rakyat ini pun dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, dalam memilih calon pemimpin Kalteng untuk 5 tahun kedepan.

Begitu pula dengan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr Andrie Elia Embang SE MSi beserta istri yang menggunakan Hak Suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 020 di Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya.

Dibincangi Tabengan, Andrie mengatakan bahwa pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), harus identik dengan kebahagiaan dan sukacita. Pemilu dikatakannya adalah implementasi negara yang menganut sistem demokrasi, merupakan bentuk kedaulatan rakyat serta proses regenerasi kepemimpinan suatu daerah.

“Jadi Pemilu itu harus dilakukan dengan menjalankan prinsip agar pesta rakyat ini dapat berjalan dengan penuh kegembiraan dan dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Berkualitas dalam artian program-program mereka itu harus sesuai dengan keinginan rakyat dan mampu menjalankan visi misi, serta program yang mencakup kesejahteraan semua golongan,” ujarnya dibincangi usai memberikan suaranya di TPS 020.

Dirinya berpesan sebagai seorang akademisi dan juga tokoh masyarakat Kalteng, agar dapat berperan aktif dan berpartisipasi dalam Pilkada ini, seraya mendukung dan mendorong supaya pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman, damai, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kebersamaan sesuai falsafah Huma Betang.

“Mari kita sebagai masyarakat Bumi Tambun Bungai yang baik, untuk berperan serta berpartisipasi secara aktif dalam Pilkada ini. Mari kita wujudkan pesta demokrasi yang damai dan aman serta berkeadilan. Jangan lupa tetap jalankan protokol kesehatan Covid19, supaya tidak menimbulkan klaster baru lagi di Kalteng ini,” pungkas Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini. bob

iklan atas

Pos terkait

iklan atas